Semoga bisa kita pahami, selanjutnya bisa kita realisasikan. Kita tidak ingin bahasan ini hanya ada dalam tataran ucapan. Kita takut firman Allah: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan (Ash Shaff, 61 : 2 – 3) Ketahuilah, kita hidup dibayangi makar jahat dan perdebatan yang berkepanjangan. Musuh-musuh Islam melancarkan itu untuk menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Kita masuk ke dalam peperangan yang dipenuhi dengan berbagai macam strategi. Kita tidak akan pernah mampu melawan makar mereka, kecuali dengan meminta kepada Allah dengan mengatakan, “Ya Allah, aku mengadukan kelemahanku kepada-Mu….” Coba kita renungkan kembali ucapan Bani Israil kepada Nabi Musa a.s. ini: فَلَمَّا...