Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Chai Khana 02: 100 Tahun Balfour dan 70 Tahun Nakhba

Diskusi ini berlangsung melalui grup WA pada hari Jumat, 27 April 2018 yang diikuti 65 peserta dengan Narasumber : Muhammad Irfan Abdul Aziz, Chief Research Officer Asia Pacific Community for Palestine. ---------- Sudah 100 tahun sejak Deklarasi Balfour dikeluarkan pada 2 November 1917. Deklarasi tersebut dibuat dengan tujuan Zionis mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina menjadi kenyataan, yakni ketika Inggris Raya secara terbuka berjanji untuk mendirikan “Tanah air nasional bagi orang-orang Yahudi” di Palestina. Janji tersebut secara umum dipandang sebagai salah satu dari katalisator utama Nakba – pembersihan etnis Palestina pada 1948 – dan konflik yang terjadi dengan negara palsu Zionis ‘Israel’. Deklarasi tersebut dianggap sebagai salah satu yang paling kontroversial dan dokumen yang ditentang dalam sejarah modern dunia Arab dan telah membingungkan para sejarawan selama beberapa dekade. APA ITU DEKLARASI BALFOUR? 1. Pada tahun 1917, Inggr...

حديث المساء Julaibib ra

Kamis sore 23 April 2018 menjadi saksi beberapa orang yang berkumpul demi cinta dan demi ilmu di depan halaman hostel 1 IIU Islamabad. Tidak kurang peserta yang tertarik juga mengajukan diri melalui WA grup, walaupun ternyata yang mengajukan diri ini tidak menghadirkan fisiknya di lokasi diskusi darat. Pembicara adalah alumni IIU Islamabad, Nadzir Muayyid, yang memberikan gambaran diskusi dengan baik. Pemaparan kemudian mengalir seiring dengan penantian waktu berbuka puasa. Peran sahabat dan kemuliaan mereka tergambar dari bagaimana sejarah mencatatnya. Diantaranya ada yang tidak malu-malu menempatkan diri, ada juga yang biasa-biasa saja di mata manusia, tetapi luar biasa di mata Rasulullah SAW. Diantara yang biasa itu adalah Julaibib ra. Julaibib ra. adalah gambaran sosok serba terbatas; harta (faqir), bukan orang atau dari keluarga terpandang bahkan tidak dikenal siapa dan kemana nasabnya, tidak tampan malah kurang dari ukuran biasa. Hamipir pula tidak dikenal oleh sesama sahaba...

Isu KeUmatan = Isu Bersama, Topik Silaturrahim dengan FPKS Kota Surabaya

Bersamaan dengan rombongan ibu Tri Rismaharini dalam kegiatan UCLG di Pakistan, perwakilan FPKS DPRD Kota Surabaya juga hadir. Hal ini tentu saja tidak kami lewatkan untuk berjumpa dan beristifadah dari pengalaman kerja yang mereka jalani. Beberapa pesan singkat dari pertemuan dengan Anggota DPRD Kota Surabaya pada 10 April 2018 di Hotel Margalla: 1. Yang hadir dari Fraksi PKS yaitu Ibu Reni Astuti dan Pak Ibnu Shobir. 2. Mereka mendampingi Bu Risma dalam pertemuan international pemerintahan kota wilayah Asia Pasifik. 3. Terkait prestasi bu Risma yang dipaparkan kemarin, secara umum layak diapresiasi, meskipun terkadang penghargaan-penghargaan tsb tidk bersifat objektif, dan diakui, ada beberapanya yang subjectif dn perlu pembenahan lebih. 4. bagi  kita, memandang keberhasilan ini secara proporsional seperti kasus daerah Doli. ini kerja kolektif dari daerah hingga pusat. saat itu mensosnya Habib Salim Segaf. darinya jug dorongan kuat diterima bu Risma. Program lainnya ...

Chai Khana 01: Dakwah di Pedalaman

Diskusi chai khana pertama ini diadakan pada 23 Maret 2018, diikuti kurang lebih 10 orang dengan pembicara Ust. Hasan Juhanis, MPhil, seorang pendakwah asal Sulawesi Selatan. __________________________________ 🌺Alangkah baiknya kita memperhatikan  dakwah dalam bingkai yg lebih luas, sehingga kita bisa menggunakan fasilitas2 yg ada untuk inovasi2 dalam berdakwah. Karena dakwah tidak terbatas ruang dan waktu. Maka saat kita bangun hingga kita tidur kembali, maka saat itu pula dakwah seharusnya sudah berjalan. 🌺Dakwah dalam arti luas, bukan hanya di depan mimbar di depan jamaah, tapi seperti senyum, sapaan, membantu adalah dakwah. Misal, kita ngechai dengan teman dari Pakistan, Afganistan dengan berbagai perangainya, banyak yg lebih istiqamah dan lebih baik dari kita, akan tetapi menutup kemungkinan ada juga yg yg ktp Islam, akan tetapi ketika waktu shalat mereka tidak kelihatan. Itu semua membutuhkan dakwah dan membutuhkan strategi. Contoh lain, di kantin misalnya, terkadan...

PIP Program 2018

Syukur kami panjatkan kepada Allah subhaanahu wa ta'aalaa, karena kami masih dapat bekerja menjadi pusat informasi di Pakistan sekaligus melayani. Setelah melalui tahun 2017 dengan program penguatan internal, Alhamdulillah jumlah kader PIP bertambah, yang menjadikan beban 4L (lu lagi lu lagi) semakin berkurang. Sebab penambahan jumlah kader ini, PIP kemudian hadir di tahun 2018 dengan 6 program rutin unggulan, yaitu: Silaturrahim, Haditsul Masaa', Kursus Bahasa Urdu, Nashta Club, Chai Khana, dan Lailah Imaniyah serta Mabit. Penekanan dari semua kegiatan ini adalah peningkatan tsaqofah kader mengenai permasalahan seputar kelembagaan, pembelajaran dari siroh, pengenalan bahasa urdu, kepekaan akan dunia islam. serta bina ruhiyah. Secara ringkas dapat kami utarakan bahwa silaturrahim adalah bentuk pengenalan lebih dekat ke-PKS-an dengan mengambil sudut pandang lembaga-lembaga khusus Indonesia yang berada di  Pakistan. Hal ini berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mun...