Langsung ke konten utama

Chai Khana 02: 100 Tahun Balfour dan 70 Tahun Nakhba

Diskusi ini berlangsung melalui grup WA pada hari Jumat, 27 April 2018 yang diikuti 65 peserta dengan Narasumber : Muhammad Irfan Abdul Aziz, Chief Research Officer Asia Pacific Community for Palestine.

----------

Sudah 100 tahun sejak Deklarasi Balfour dikeluarkan pada 2 November 1917. Deklarasi tersebut dibuat dengan tujuan Zionis mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina menjadi kenyataan, yakni ketika Inggris Raya secara terbuka berjanji untuk mendirikan “Tanah air nasional bagi orang-orang Yahudi” di Palestina.

Janji tersebut secara umum dipandang sebagai salah satu dari katalisator utama Nakba – pembersihan etnis Palestina pada 1948 – dan konflik yang terjadi dengan negara palsu Zionis ‘Israel’.

Deklarasi tersebut dianggap sebagai salah satu yang paling kontroversial dan dokumen yang ditentang dalam sejarah modern dunia Arab dan telah membingungkan para sejarawan selama beberapa dekade.










APA ITU DEKLARASI BALFOUR?

1. Pada tahun 1917, Inggris memberikan tanah Palestina kepada Zionis untuk dijadikan negara mereka.
2. Inggris memberikan dorongan dan pengawalan atas ide perampasan tanah Palestina oleh Zionis.
3. Rekomendasi bagi PBB, sehingga pada tahun 1947 menyetujui pembagiaan tnah Palestina menjadi dua negara; negara Yahudi dan negara Arab.
4.Masyarakat Palestina dipaksa menyerahkan tanahnya ke zionis sejak 1947.
Beragam poin janji Balfour itu sesungguhnya menjadi bantahan tersendiri bagi propaganda zionis yang terus mengkampanyekan akan hak mereka atas tanah Palestina.
Sebab, dari janji BALFOUR kita kategorikan juga sebagai;
1. BALFOUR = Pemberian Inggris, bukanlah pemberian Tuhan.
2. BALFOUR = Start Up Israel Illegal Nation dan ini menjadi cikal bakal polemik di dunia hari ini.
3. BALFOUR = Pembantaian, Pembersihan etnis dan Penjarahan terhadap orang-orang Palestina. Isunya menjadi isi bersama apapun etnis, agama dan bangsanya. Menjadi sebab Balfour itu akhirnya menjadi danpak kemanusiaan ini.
4. BALFOUR = Hancurnya lebih dari 500 desa, terusirnya jutaan rakyat, hancurnya kota-kota di Palestina dan berubah menjadi kota-kota Yahudi. Juga berdampak kpd warisan perdaban ditanah Palestina.

#Antara Janji Balfour dan Peristiwa Nakhba# sesungguhnya saling terkait. Janji Balfour adalah permulaan langkah, dan Peristiwa Nakhba adalah puncaknya. Namun untuk memperdalamnya, mungkin kita bisa runutkan proses pra Janji Balfour dan pasca Janji Balfour.


#Sebelum Janji Balfour#

Sesungguhnya telah dimulai dengan janji Eropa pertama kepada Yahudi, yang disampaikan oleh Napoleon ketika menjadi Komandan Pasukan Prancis dalam penjajahan ke Mesir 1799. Pernyataan Napoleon untuk mempersilakan Yahudi masuk tanah Palestina itu kemudian dimuat pada Headline di harian Gazette Nationale, Paris. Napoleon menyeru kepada Yahudi layaknya Bani Israel, sebagai masyarakat istimewa, sebagai pewaris yang sah bagi tanah Palestina. Seruan Napoleon ini sebenarnya tidak mendapat respon dari masyarakat Yahudi, karena Napoleon sendiri gagal menembus gerbang Acre di tepi tanah Palestina. Namun, akhirnya memancing kesadaran politik Inggris yang ketika itu sedang bersaing dengan Prancis. Jadilah Inggris yang memelopori penyerahan tanah Palestina ke Yahudi.

#Lalu terjadilah rentetan sejarah ini:#

1840 mulai melobi Ottoman untuk memberikan tanah bagi 3 ribu imigran Yahudi.
1885 bendera bintang david mulai disosialisasikan
1896 Theodor Herzl kemudian mensosialisasikan negara Yahudi dengan menerbitkan buku Judenstaat
29 Agustus 1897 digelarlah Kongres Zionis di Swiss
1907 Theodor mengunjungi wilayah palestina
1909 muncul Hashomer, tentara Yahudi
1911 mulai migrasi beberapa entitas Yahudi ke tanah Palestina
1914 terjadilah Perang Dunia 1
1915 dilakukan memorandum masa depan palestina pasca Perang Dunia 1
16 mei 1916 terjadilah perjanjina Sykes-Picot antara Inggris dan Prancis, yang kesimpulannya wilayah Palestina dikelola oleh Inggris
2 Nov 1917 ditandangilah surat Janji Balfour

#Surat Janji Balfour#

Kantor Luar Negeri
2 November 1917

Yang Terhormat Lord Rothschild,

Saya dengan senang hati menyampaikan kepada Anda, atas nama Pemerintah Yang Mulia, deklarasi simpati terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan dan disetujui oleh Kabinet.
"Pemerintah Yang Mulia mendukung dengan senang hati Palestina sebagai sebuah kampung halaman bagi orang-orang Yahudi. Dan Pemerintah Yang Mulia akan menggunakan upaya terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini. Sudah dipahami dengan jelas tidak akan dilakukan hal yang mungkin merugikan hak masyarakat sipil dan agama atau nonYahudi di Palestina, atau hak-hak dan status politis yang dimiliki orang Yahudi di negara lain."
Saya berterima kasih jika anda dapat menyampaikan deklarasi ini untuk diketahui oleh Federasi Zionis.

Hormat saya,
Arthur James Balfour

Dari Janji Balfour diatas, ada 4 poin intinya:
1. atas nama Pemerintah Yang Mulia
2. aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan dan disetujui oleh Kabinet
3. mendukung dengan senang hati Palestina sebagai sebuah kampung halaman bagi orang-orang Yahudi.
4. menggunakan upaya terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini

Setelah muncul Janji Balfour itu, terjadilah runutan ini:
7 Desember 1917 dilakukan deklarasi dg 9 pembicara tokoh Yahudi untuk mensyiarkan janji Balfour
19 Desember 1917 para tokoh-tokoh Yahudi masuk ke al Quds
3 Januari 1919 dimulai lobi zionis ke berbagai dunia. Dengan dibentuknya kantor intelijen zionis. Perwakilan Zionis pun mulai membuka kantor di berbagai negara.
1920 mulai diusung semangat rasisme. Dengan adanya aturan khusus bagi orang Yahudi di tanah Palestina, pengelolaan energi sendiri, dan sebagainya. Sehingga menciptakan kehidupan yang berdasarkan ras di tanah Palestina. Meskipun hidup bersama di tanah Palestina, namun Yahudi mengelola kehidupan masyarakatnya sendiri yang berbeda dengan penduduk arab di tanah Palestina.
Puncak gerakan rasisme ini di tahun 1921 dan 1922. Dan ini terdokumentasikan dalam laporan berjudul Zionis Work During 1921/22.
Lalu......
1925 Balfour kunjungi warga zionis di palestina.
dan tahun 1929 mulai ada penjara Yahudi di kota Acre. Penjara ini digunakan untuk menahan warga arab yang mereka tangkap.
Puncak eskalasi lobi internasionalnya pada tahun 1931, dengan digelarnya konferensi Yahudi di New York dan London, inilah tahun konsolidasi internasional Zionis. Dan dari konsolidasi inilah mulai dimobilisasi penambahan imigran Yahudi ke tanah Palestina.
1932 sampai 1935 (hanya 4 tahun) terjadi lonjakan imigran Yahudi.
Tahun 1931 jumlah imigran masih di bawah 10 ribu
Tahun 1932 meningkat di kisaran 10 ribu
Tahun 1933 bertambah menjadi 30 ribuan. Dalam setahun bertambah sampai 3 kali lipat. Dan inilah yang kemudian memicu demo besar-besaran penolakan dari bangsa Arab di tanah Palestina, yang pada 29 Oktober 1933 terjadi bentrokan antara warga Arab dengan warga Yahudi.
Tahun 1934 bertambah lagi hingga lebih dari 40 ribu imigran Yahudi
Tahun 1935 mencapai di atas 60 ribu.
Di rentang tahun inilah kemudian muncul fenomena kepahlawanan Izzudin al Qossam yang datang dari suriah, untuk membela bangsa Arab di tanah Palestina dari imigran Yahudi yang merampas paksa hak-hak mereka.
Seiring peningkatan imigran itu, pada 19 April 1936 dimulai dari pelabuhan Jaffa, masyarakat mulai menggelar demo besar.
Demo ini dihadapi oleh imigran Yahudi yang kemudian dipersenjatai. Bahkan pada 1937 mulai berkibar bendera bintang david mereka di tanah Palestina.
Bentrokan demi bentrokan terus terjadi, hingga puncaknya tahun 1948 terjadi pengusiran besar-besaran terhadap para warga sipil arab yang notabenenya adalah para petani. Dimulai dengan aturan melarang warga arab untuk ke kebunnya, hingga kemudian memicu protes warga dan dihadapi dengan penyiksaan hingga mereka meninggalkan kampung-kampung halamannya.

Itulah puncak Nakhba yang sekaligus momen deklarasi berdirinya negara penjajah Israel.

Sebagai akhir prolog materi ini, kita bisa simpulkan terkait Janji Balfour:
1. Bahwa tanda tangan Balfour sesungguhnya telah menyelesaikan proses yang dimulai 20 tahun sebelumnya di Kongres Pertama Zionis pada 1897 di Basel, Swiss. Kongres untuk mendirikan negara Yahudi.
2. Bahwa janji Balfour telah memimpin Liga Bangsa-Bangsa untuk mempercayakan Mandat Palestina kepada Inggris pada 1922.
3. Bahwa janji Balfour telah menjadi landasan bagi PBB untuk menyetujui Pembagian Palestina menjadi dua negara, yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab, pada 1947.

Maka...
Deklarasi berdirinya negara penjajah Israel di atas tanah Palestina akhirnya diproklamirkan oleh David Ben Gurion, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Israel pertama (1948-1953), tepatnya pada tanggal 14 Mei 1948 pukul 16. 00 waktu setempat.

Menariknya...
10 menit setelah proklamasi “kemerdekaan Israel”, Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman langsung mengumumkan sikap resmi negaranya dengan mengakui dan mendukung berdirinya “Negara Israel”, serta langsung membuka hubungan diplomatik secara resmi.
Dengan segala runutan peristiwa inilah, PM Palestina Rami Hamdallah saat peringatan 100 tahun kejahatan Balfour tahun lalu, mendesak Inggris untuk meminta maaf atas Deklarasi Balfour. Itu dinyatakan pada hari Ahad 29 Oktober 2017.

SESI Q & A
Q.1⃣Tanggapan pertanyaan pertama:
1. Ada apa dengan Turki Utsmani sampai terjadi janji Balfour?
A. Janji Balfour ini kan munculnya di penghujung Perang Dunia I. Yang dimulai 1914. Yang mana Turki Utsmani masuk di blok sentral bersama Jerman. Kalah oleh Blok sekutu yang dikomandani oleh Inggris dan Prancis.
Jadi Turki Utsmani sendiri kondisinya di ujung keruntuhan. Yang wilayah-wilayahnya dibagi-bagi, terutama oleh Inggris dan Prancis.
Sejak semula memang Perang Dunia I dikondisikan untuk menjadikan kawasan Ottoman melemah pengaruhnya. Sebab, sejak lobi ke Ottoman yang dilakukan tahun 1840, Ottoman tetap bersikukuh tidak akan memberikan tanah Palestina.
2. Bagaimana kondisi dunia Islam saat itu sampai migrasi besar-besaran terjadi, padahal sedang terjadi kebangkitan-kebangkitan pemuda Islam di berbagai belahan dunia di sekitaran tahun 20an-40an?
Secara kehidupan sosial, memang ada tren kebangkitan pemuda-pemuda Islam. Bahkan di tanah Palestina sendiri juga akhirnya merasakan kebangkitan itu dengan hadirnya Izzuddin al Qassam yang meminta para tokoh setempat untuk melakukan perlawanan atas imigran yang datang dan bertindak semena-mena.
Tapi di tataran kebijakan politiknya kan melemah. Ottoman diruntuhkan. Negara-negara yang muncul kemudian di sekitar wilayah Palestina seperti Mesir juga punya kepemimpinan yang lemah di hadapan lobi internasional.
Jadi, tidak cukup dengan kebangkitan sosial, namun juga perlu kebangkitan politik umat. Karena dari situlah kebijakan-kebijakan dilahirkan. Penataan geografi dan demografi, itukan tidak cukup dengan keinginan sosial, namun perlu kebijakan pemerintahan.
Maka, kalau kita ingat Perang Arab-Israel tahun 1967, kekalahannya kan bukan karena tidak adanya perlawanan masyarakat. Namun karena negara-negara Arab memutuskan menarik seluruh pasukannya dari tanah Palestina dalam waktu semalam. Hingga tentara Zionis bisa menguasai Masjid Al Aqsha.

2⃣ Tanggapan pertanyaan kedua:
1. Apakah benar di kitab Suci yahudi ada Firman yang menegaskan bahwa palestina adalah tanah Suci Yahudi?
Teman-teman di jurusan Perbandingan Agama mungkin bisa berbagi tentang hal ini. Memang syiar 'hak Yahudi' ini dijadikan kampanye Zionis, untuk mendapatkan simpati orang-orang Yahudi.
Tapi kan tidak semua Yahudi adalah Zionis, begitu yang dinyatakan oleh demontrans Yahudi di awal tahun 2000. Mereka menyatakan demikian, karena mereka juga termasuk yang terusik dengan kedatangan imigran Yahudi dari Eropa Timur. Sebab sebelum datangnya para imigran, di sana hidup berdampingan antara Yahudi-Nashrani-Muslim.
2. Kenapa Harus Palestina? bukankah tanah luas dpermukaan bumi, kenapa tidak memilih Negara lain aja?
Kalau dahulu Ottoman ketika dilobi untuk memberikan wilayah Palestina, kan usulannya ke Afrika. Tapi wilayah Palestina memang strategis, berada di antara barat dan timur. Di tepi laut tengah. Nilai strategisnya inilah yang menjadi incaran mereka. Selain juga keyakinan akan titik pergulatan akhir zaman.

3⃣ Tanggapan untuk pertanyaan ketiga:
1. Atas segala yang telah terjadi, ke manakah negara-negara Islam saat itu?
Saudi beserta aliansinya?
Maksudnya yang tahun 1948? Ada dan menguasai sebagian besar wilayah. Namun tiba-tiba mundur.

4⃣Tanggapan untuk pertanyaan keempat:
1. Kenapa Kita harus ikut membela Palestina, bukankah permasalahan di Negara Kita sendiri juga banyak?
Tidak ada yang mengharuskan. Tidak ikut juga gak apa-apa kok... 😊
Kalaupun ikut, bukankah juga tetap bisa memperhatikan masalah di negara kita?
Tapi kalau sebagai sebuah bangsa, memang ini konsekuensi sejarah. Bahwa dari sekian negara di Asia Pasifik yang dahulu diperjuangkan oleh Soekarno untuk dapat merdeka, tersisa Palestina yang hari ini belum merdeka. Padahal mufti Palestina yang mendorong Mesir untuk menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Jadi kalau secara kemanusiaan ini semacam balas budi. Kita hendaknya menjadi negara yang pertama mengakui kedaulatan Palestina, sebagaimana dahulu mereka yang paling pertama mengakui kemerdekaan kita.
Kalau sebagai sebuah umat, karena di sana ada Masjid Al Aqsha yang diberkahi di sekitarnya. InsyaAllah kepedulian kita terhadap masjid al Aqsha akan mendatangkan keberkahan bagi negeri kita. Di antara kepedulian terhadap Masjid Al Aqsha tentu dengan peduli terhadap Palestina yang di atasnya terdapat Masjid Al Aqsha, kiblat pertama dan 1 dari 3 masjid yang kita dibolehkan bersusah payah mengunjunginya. Sebab bila wilayah Palestina dikuasai Zionis, tidak ada jaminan Masjid Al Aqsha tetap berdiri sampai sekarang.

5⃣ Tanggapan untuk pertanyaan kelima:
1. Kira2 gimana sikap dan tanggungjawab inggris sekarang terhadap isu ini, mengingat jika ana baca media massa sesekali ada kesetidakpahaman inggris dan israel saat ini terhadap apa yang israel lakukan dengan palestina.
Tahun lalu sih Perdana Menteri Inggris Theresa May mengadakan perayaan 100 tahun Janji Balfour, untuk menekspresikan kebanggaan peran negaranya mendirikan “negara Israel” di Palestina. Tapi memang demo-demo penolakan Janji Balfour banyak muncul di UK.
2. Apa solusi kita sebagai umat yang mengetahui hal ini, dan langkah kongkrit apa yang kita harus laksanakan
Tentu kita harus berjuang, tapi tentu pula dengan strategi2 yang saat ini diperlukan dan dibutuhkan untuk saat ini, strategi apa yang kita harus kita lakukan?
Yang pertama dan utama adalah menyadarkan umat tentang tanggungjawabnya. Bagaimana al Qur'an bicara tentang Masjid Al Aqsha dan sekitarnya? Bagaimana Hadits bicara tentang Masjid Al Aqsha dan sekitarnya? InsyaAllah bila umat memahami dengan baik, maka akan tahu bagaimana kita bersikap.
Kalau dari saudara-saudara kita di Palestina, yang mereka butuhkan saat ini adalah dukungan ekonomi dan dukungan politik. Sebab mereka perlu bertahan menghadapi krisis, dan mereka perlu kawan saat pemerintahan di negara-negara sekitarnya meninggalkan. Turki mungkin mewakili, tapi kalau kita bisa ikut serta membantu baik secara donasi kemanusiaan maupun kebijakan politik luar negeri Indonesia akan lebih baik.
Yang paling dekat akan kita hadapi adalah rencana pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Al Quds pada 15 Mei 2018. Dua hari sebelum Ramadhan. Tepat 70 Tahun munculnya negara penjajah Israel.
Pemindahan kedutaan ini untuk target pengukuhan Al Quds sebagai ibukota penjajah Israel. Dan tentu akan berdampak bagi kondisi Masjid Al Aqsha dan umat Islam yang ada di sana. Setidaknya 6 hal ini:
http://irfanazizi.blogspot.co.id/2017/12/6-dampak-bila-al-quds-menjadi-ibukota.html

6⃣Tanggapan untuk pertanyaan keenam:
1. Apa yang melatarbelakangi Napoleon dan inggris mempersilahkan Yahudi Eropa memasuki Palestina?
Lobi konglomerat Yahudi yang kemudian membentuk gerakan Zionis Internasional.
2. Apakah sebelumnya telah terjadi lobi2 basah oleh penggerak zionis kepada inggris dan prancis?
Ya. Setiap momen selalu ada lobinya. Termasuk sebelum Donald Trump akhirnya mengumumkan rencana pemindahan pada 6 Desember 2017 lalu. Ringkasannya nanti saya kirimkan.
3. Saya pernah mendengar sebuah pernyataan bahwa tidak semua masyarakat Yahudi itu zionis, apakah benar dan bagaimana mawqif kita?
Sikap kita sebagaimana sikap Rasulullah. Kalau dengan Yahudi, kita tidak ada masalah. Bahkan dengan Zionis juga tidak ada masalah. Yang menjadi persoalan, ketika mereka menistakan umat Islam. Sebagaimana dahulu Yahudi di madinah terusir karena melecehkan muslimah.
Dan ini bukan perkara ketidak-toleranan. Justru ini menjunjung nilai-nilai toleransi yang saling menghargai. Karenanya, kita tidak akan membiarkan sikap semena-mena. Begitu ada satu sikap semena-mena dibiarkan, akan muncul sikap semena-mena lainnya.
Dan tema ke depannya, akan lebih fokus pada kota Al Quds. Inilah garis merah pertarungannya...
http://irfanazizi.blogspot.co.id/2018/01/kenapa-al-quds-jadi-ledakan-isu-di.html
Sehingga syiar digambar ini yang akan menjadi panduan pembelaan kita kepada bangsa Palestina. Yaitu kesepakatan 1 abad, kita pastikan tidak terealisasikan.

7⃣Tanggapan untuk pertanyaan ketujuh:
1. Apakah memakai jacket palestina di haramkan atau tidak?
Bukankah pakaian bagian dari muamalah? Dan bukankah muamalah punya kaedah dasar dibolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkan? Maka, adakah dalil pengharamannya? 😁

8⃣Tanggapan untuk pertanyaan kedelapan:

Assalamualaikum ustadz
Saya salah satu member di Group Chai khana, mau tanya
Saya pernah mendengar ada fatwa hijrah untuk masyarakat Palestina agar keluar dari tanah Palestina demi menjaga kehormatan, harta dan darah kaum muslimin, dengan alasan kehormatan dan darah kaum muslimin lebih penting untuk dijaga daripada menjaga Masjid Al-Aqsa. Fatwa tersebut juga didasarkan pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang meninggalkan Masjidil Haram dan Makkah untuk hijrah ke Madinah.
Dalam kuliah yang pernah saya ikuti pun dosen pernah mengatakan bahwa saat berperang melawan Darul Harb, perhitungan kekuatan kaum muslimin vs Darul Harb pun penting. Dosen mengatakan apabila kekuatan kaum muslimin lebih lemah maka sebaiknya tidak memulai perang.
Sampai saat ini yang kita lihat adalah zionis senantiasa menjajah dan menindas masyarakat Palestina, menurut ustadz, solusi terbaik adalah, apakah terus berjuang atau mengikuti fatwa hijrah?
___

1. Bila pertimbangannya adalah lebih penting menjaga darah muslim daripada masjid Al Aqsha.

Bukankah Masjid Al Aqsha termasuk 1 dari 3 masjid yang kita dibolehkan bersusah payah menujunya?

عن أبي هريرةرضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد: المسجد الحرام، ومسجد الرسول صلى الله عليه وسلم، ومسجد الأقصى."

2. Bila pertimbangannya adalah menjaga kehormatan dan darah kaum muslimin.

Apakah setelah menjauh dari "Masjid All Aqsha yang telah Kami berkahi sekitarnya" (al Isra' : 1), umat akan terhormat?

Bukankah kemarin warga Palestina yang ada di luar tanah palestina yaitu di Malaysia ditembak di kepalanya saat hendak sholat Shubuh dan darahnya tumpah?

3. Bila pertimbangannya karena kekuatan kaum Muslimin.
Bukankah 3 peperangan di tanah Palestina dalam kurun 10 tahun terakhir (2008, 2012 dan 2014) telah membuat pasukan Israel mengalah? Artinya kekuatan umat Islam di sana gagal ditaklukkan oleh pasukan Israel.

Lalu kenapa masih kita lihat zionis masih menjajah? Ini perkara waktu. Kemenangan sebentar lagi, insyaAllah. Meskipun lewat dari target semula di tahun 2017.

Untuk pertanyaan terakhir, terkait peran ibu rumah tangga secara riil yang paling sederhana, kumpulkan donasi 100 rupees setiap bulan per-orang dari Keluarga dan sahabat. Nanti dibantu penyalurannya... Bisa juga membeli serta menawarkan buku dan VCD Rindu Al Aqsha ke seluruh ibu2 yg kita kenal... https://www.instagram.com/p/BiBDTsclTe8/

Sebagai penutup, pemateri kemudian memberikan kunci2 perjalanan Palestina abad 20 dan 21 ini...

1. Perang Dunia I berujung pada penyerahan wilayah Palestina oleh Inggris kepada Zionis Yahudi (1917)

2. Perang Dunia II berujung pada dideklarasikannya negara penjajah Israel dan 10 jam kemudian diakui oleh Amerika (1948)

3. Bila 1 abad yang lalu, Inggris memberikan tanah Palestina sebagai tanah Zionis Yahudi. Maka 1 abad setelahnya, Amerika hendak memberikan kota Al Quds sebagai ibukota bagi negara penjajah Zionis Israel.


Ada banyak yang bisa kita lakukan saat ini... Silakan nanti kita lanjut saling komunikasi. Yang mau berpartisipasi bisa japri.


Dan bisa mengikuti beberapa media sosial ini

1. FP
https://www.facebook.com/AsiaPacificCommunityForPalestine

2. IG
https://www.instagram.com/aspacpalestine/





Komentar

Paling Populer

Cara PKS Mengatasi Masalah )I( by Mahfudz Siddiq

Tidak seperti dugaan sebagian pengamat bahwa munculnya kasus penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) akan membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhenti, setidaknya, untuk sementara. Faktanya, PKS justru bergerak lebih cepat. Bagaimana cara PKS melewati masalah? Berikut ini Mahfudz Siddiq membeberkannya dalam kulwit #carakami: 1- saat terima kabar kasus LHI, hari itu kami himpun semua info. Trmsk klarifikasi langsung dari LHI, Presiden PKS. #carakami 2- ini prinsip "memahami persoalan adl setengah dari solusi". Lalu hari itu juga para pimpinan PKS musyawarah, trmsk LHI. #carakami 3- orientasi musyawarah kami adalah menjaga kebaikan bersama, dan meminimalkan kerusakan yg bisa timbul. Kesadaran kolektivitas. #carakami 4- kami dpt info kasus LHI akan dikembangkan sdmkn rupa. Ada nuansa politik & hukum. Ya, politik mmg kompetisi dan pertarungan. #carakami 5- sikap kami: tdk akan biarkan siapapun siapkan lorong panjang untuk PKS. Kami hrs sgr ambil ke...

Belajar Dari Kasus Hukum Misbakhun, Menengok Kasus Ustad Luthfi Hasan Ishaq

Jika ingin tahu betapa jahatnya konspirasi politik, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Jika ingin tahu betapa dahsyatnya fitnah dan propaganda media, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun adalah korban kriminalisasi politik dan konspirasi media. Perjuanganya dalam mengungkap skandal CENTURY (pansus century) yang melibatkan penguasa telah mengantarnya kedalam penjara pada 26 April 2010 silam. Dia dilaporkan oleh Staf Kepresidenan Andi Arif atas dugaan penggunaan LC fiktif. Saat itu Misbakhun dituntut 8tahun penjara. Disaat banyak telunjuk menghakimi dirinya dengan tuduhan korupsi, disaat makian dan sumpah serapah datang bertubi-tubi, maka pada saat itu juga Misbakhun mencoba bangkit berjuang, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan apa yang orang-orang dituduhkan. Dalam terali besi dia terus berjuang menuntut keadilan yang telah dirampas penguasa, melawan tekanan-tekanan politik yang semena-mena. Dengan ber...

Recovery PKS vs Recovery Partai Demokrat

Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS. Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi penanganannya jauh berbeda. Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan.. Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung.. Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut.. Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini bahkan lebih dari jatah nomor...