Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan
pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS.
Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi
penanganannya jauh berbeda.
Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya
elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan
lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan..
Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil
keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari
utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung..
Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis
Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung
menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas
jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut..
Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini
bahkan lebih dari jatah nomor urutnya yg no 7), PKS cuma butuh 3 langkah besar
utk bangkit kembali (pas dengan nomor urutnya lagi yg no 3)..
Jika Demokrat perlu pakta integritas, setor NPWP, buat
laporan harta, dan langkah lain yg cenderung formalitas , strategi PKS lebih
substansial dengan muhasabah dan taubat nasional utk meningkatkan soliditas..
Jika solusi Demokrat penuh dengan ancaman akan mengeluarkan
kader yg mbalelo dari partai, di PKS semua elemen pimpinan, pengurus dan kader
dirangkul sehingga timbul dukungan luas thd eksistensi partai,
Jika kader Demokrat sulit mendapat pelajaran dari setiap
masalah yg membelitnya, sebaliknya PKS malah bisa menangguk iklan gratis, simpati
publik bahkan memunculkan "Bung Karno baru" sebagai hikmahnya..
Maka tak heran jika Ahmad Mubarok pernah berkata, "Banyak
petinggi Demokrat yg iri kepada soliditas PKS"..
Komentar
Posting Komentar