Langsung ke konten utama

Obrolan Hangat Cak Nun dengan Anis Matta )|( Roadshow ke Jogja



JOGJA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru terpilih Anis Matta melakukan roadshow ke Yogyakarta, Kamis-Jumat (7-8 Februari 2013).

Agenda pertama Bung Anis setiba di Yogyakarta adalah makan malam dan bincang-bincang dengan awak media para wartawan Yogyakarta di RM Ny Soeharti Gedong Kuning selepas Isya, Kamis (7/2).

Agenda kedua beliau memimpin rapat dengan jajaran pengurus DPW PKS DIY sampai sekitar pukul 23.00.

Nah, agenda ketiga Presiden PKS yang akhir-akhir ini sering dijuluki 'Soekarno Baru' ini sowan ke rumah Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang terletak di daerah belakang (Barat) Malioboro. Bung Anis ditemani Fahri Hamzah, Dr. Sukamta (Ketua DPW PKS DIY), Cahyadi Takariawan, dan pengurus-pengurus PKS dan kader-kader, termasuk admin (PKS Piyungan) yang berkesempatan hadir (ehm).

"Ini pertemuan kultural," demikian Cak Nun merespon baik kehadiran Presiden PKS beserta rombongan.

"Sewaktu Anis SMA saya sudah sering berkeliling ke Makasar. Bertemu tokoh-tokoh masyarakat dan sangat mengenal kultur budaya Bugis Makasar," Emha mengawali obrolan yang sangat akrab penuh tawa lesehan di teras rumahnya.

"Kalau di genre musik. Bung Anis membuka konser kepemimpinannya dengan musik Rock, 'INI KONSPIRASI..!!'," ujar Cak Nun dengan melengking mengucap 'INI KONSPIRASI' mengomentari pidato politik Anis Matta yang menggegerkan dunia dan diliput serta disiarkan secara live oleh beberapa TV.

"Kalau Anis Matta ngomong konspirasi baru kemarin, saya justru sudah dari dulu bicara konspirasi. Bahkan konspirasi global. Gak mungkin hidup ini tanpa konspirasi. Konspirasi biasanya bahasa untuk si korban, sedang si pembuat menyebutnya protokol," lanjut Cak Nun.

Mendengar kata 'protokol' saya jadi langsung teringat seruan Anis Matta di Medan untuk 'belajar' dari film Mission Impossible 4: Ghost Protocol.

"Kata konspirasi itu harus dijaga. Bangsa Indonesia harus mengenal kata ini." (Cak Nun)

Menanggapi tentang kasus yang sedang menimpa PKS, Cak Nun bilang: "Kasus itu rizki dan potensi terbesar di zaman ini.  Jadi jangan kecil hati dengan kasus. Itu bisa menjadi berkah min haitsu laa yahtasib asal kita pandai mengarasemennya."

"Kalau kemarin sudah diawali dengan 'Rock', nanti dipilih yang slow, jazz, harus diatur ritmenya, diatur aransemennya biar indah. Budaya bugis yang tegas harus juga diperindah dengan ludruk."

"Saya malah berharap Bung Anis tidak hanya menjadi milik PKS. Potensi yang bagus ini harus kita dorong agar dia menjadi milik Indonesia. Ini momentum PKS untuk menunjukan kebaikan-kebaikannya. Mumpung lagi menjadi sorotan."

"Dengan kasus dan konspirasi ini saya yakin anda semua (PKS) menjadi lebih dewasa, lebih akurat, lebih berbobot, lebih terbuka dalam melihat segala sesuatu."

"Kalau anda sudah memulai, maka tuntaskan!" pesan terakhir Cak Nun yang ditujukan secara khusus kepada Anis Matta.  

*Catatan: sepanjang obrolan kurang lebih satu setengah jam (23.30-01.00) tak ada yang tak ketawa dengan guyonan khas Cak Nun. Dari awal sampai akhir ger geran terus. bicara kalau dengan nuansa budaya memang cita rasanya berbeda, apalgi dengan budayawan sekaliber Emha Ainun Nadjib.


Laporan: Admin PKS Piyungan

Komentar

Paling Populer

Cara PKS Mengatasi Masalah )I( by Mahfudz Siddiq

Tidak seperti dugaan sebagian pengamat bahwa munculnya kasus penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) akan membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhenti, setidaknya, untuk sementara. Faktanya, PKS justru bergerak lebih cepat. Bagaimana cara PKS melewati masalah? Berikut ini Mahfudz Siddiq membeberkannya dalam kulwit #carakami: 1- saat terima kabar kasus LHI, hari itu kami himpun semua info. Trmsk klarifikasi langsung dari LHI, Presiden PKS. #carakami 2- ini prinsip "memahami persoalan adl setengah dari solusi". Lalu hari itu juga para pimpinan PKS musyawarah, trmsk LHI. #carakami 3- orientasi musyawarah kami adalah menjaga kebaikan bersama, dan meminimalkan kerusakan yg bisa timbul. Kesadaran kolektivitas. #carakami 4- kami dpt info kasus LHI akan dikembangkan sdmkn rupa. Ada nuansa politik & hukum. Ya, politik mmg kompetisi dan pertarungan. #carakami 5- sikap kami: tdk akan biarkan siapapun siapkan lorong panjang untuk PKS. Kami hrs sgr ambil ke...

Belajar Dari Kasus Hukum Misbakhun, Menengok Kasus Ustad Luthfi Hasan Ishaq

Jika ingin tahu betapa jahatnya konspirasi politik, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Jika ingin tahu betapa dahsyatnya fitnah dan propaganda media, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun adalah korban kriminalisasi politik dan konspirasi media. Perjuanganya dalam mengungkap skandal CENTURY (pansus century) yang melibatkan penguasa telah mengantarnya kedalam penjara pada 26 April 2010 silam. Dia dilaporkan oleh Staf Kepresidenan Andi Arif atas dugaan penggunaan LC fiktif. Saat itu Misbakhun dituntut 8tahun penjara. Disaat banyak telunjuk menghakimi dirinya dengan tuduhan korupsi, disaat makian dan sumpah serapah datang bertubi-tubi, maka pada saat itu juga Misbakhun mencoba bangkit berjuang, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan apa yang orang-orang dituduhkan. Dalam terali besi dia terus berjuang menuntut keadilan yang telah dirampas penguasa, melawan tekanan-tekanan politik yang semena-mena. Dengan ber...

Recovery PKS vs Recovery Partai Demokrat

Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS. Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi penanganannya jauh berbeda. Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan.. Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung.. Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut.. Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini bahkan lebih dari jatah nomor...