Jika ingin tahu betapa jahatnya konspirasi politik, maka
bertanyalah pada MISBAKHUN.
Jika ingin tahu betapa dahsyatnya fitnah dan propaganda
media, maka bertanyalah pada MISBAKHUN.
Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun adalah korban
kriminalisasi politik dan konspirasi media.
Perjuanganya dalam mengungkap skandal CENTURY (pansus
century) yang melibatkan penguasa telah mengantarnya kedalam penjara pada 26
April 2010 silam.
Dia dilaporkan oleh Staf Kepresidenan Andi Arif atas dugaan
penggunaan LC fiktif. Saat itu Misbakhun dituntut 8tahun penjara.
Disaat banyak telunjuk menghakimi dirinya dengan tuduhan
korupsi, disaat makian dan sumpah serapah datang bertubi-tubi, maka pada saat
itu juga Misbakhun mencoba bangkit berjuang, dia ingin membuktikan bahwa
dirinya tidak melakukan apa yang orang-orang dituduhkan.
Dalam terali besi dia terus berjuang menuntut keadilan yang
telah dirampas penguasa, melawan tekanan-tekanan politik yang semena-mena.
Dengan berbekal kesabaran dan do'a saudara yang masih
mencintainya,
maka pada akhirnya perjuanganya membuahkan hasil, KEBENARAN
itu akhirnya terungkap, Misbakhun mendapatkan keadilan yang cukup lama ia
perjuangkan, meski semua itu ia dapatkan setelah ia ditahan selama 1tahun.
Tepat pada tanggal 18 Agustus 2011 Misbakhun dibebaskan
setelah sebelumnya MA mengabulkan PK (Peninjauan Kembali) dan memvonis tidak
bersalah.
Misbakhun dibebaskan dan diberikan hak rehabilitasi nama
baiknya, namun masyarakat kebanyakan (awaw) masih menganggap sosok Misbakhun
sebagi pelaku kejahatan. Stigma negativ tetap saja melekat pada diri Misbakhun.
Ini fakta yang terjadi, masyarakat lebih banyak yang tidak
tau bahwa Misbakhun merupakan korban kriminalisasi.
Disini seharusnya media ikut bertanggung jawab
menginformasikan kepada masyarakat, seperti halnya saat mereka memblowup
pemberitaan miring seputar kasus Misbakhun sebelumnya.
Namun sepertinya, media dalam hal ini tidak berlaku adil dan
objektif, dan bahkan belum lama ini, Misbakhun melaporkan Tempo ke Dewan Pers
karena menyebut dirinya sebagai eks terpidana.
Demikian kisah 'tragis' Misbakhun yang tentunya banyak
mengandung hikmah dan pelajaran penting bagi kita, terutama dalam mensikapi
pemberitaan media masa. Jernih, kritis dan objektif agar tidak mudah termakan
opini yang sengaja diciptakan dan sebarkan media
Jangan sampai karena selembar koran, kita mebenci yang
terdzolimi dan mencintai para penindas. Jangan sampai karena selintas berita
kita mengumpat para pahlawan dan memuja-muja para pecundang. Allahu'alam.
Oleh: Abu Izzah
Komentar
Posting Komentar