Langsung ke konten utama

PIP Program 2018


Syukur kami panjatkan kepada Allah subhaanahu wa ta'aalaa, karena kami masih dapat bekerja menjadi pusat informasi di Pakistan sekaligus melayani. Setelah melalui tahun 2017 dengan program penguatan internal, Alhamdulillah jumlah kader PIP bertambah, yang menjadikan beban 4L (lu lagi lu lagi) semakin berkurang. Sebab penambahan jumlah kader ini, PIP kemudian hadir di tahun 2018 dengan 6 program rutin unggulan, yaitu: Silaturrahim, Haditsul Masaa', Kursus Bahasa Urdu, Nashta Club, Chai Khana, dan Lailah Imaniyah serta Mabit.

Penekanan dari semua kegiatan ini adalah peningkatan tsaqofah kader mengenai permasalahan seputar kelembagaan, pembelajaran dari siroh, pengenalan bahasa urdu, kepekaan akan dunia islam. serta bina ruhiyah.

Secara ringkas dapat kami utarakan bahwa silaturrahim adalah bentuk pengenalan lebih dekat ke-PKS-an dengan mengambil sudut pandang lembaga-lembaga khusus Indonesia yang berada di  Pakistan. Hal ini berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul sehingga mengurangi jenjang mis-informasi.

Sedangkan pembelajaran suri tauladan terbaik RasuluLlah dan para sahabat dapat diambil melalui program haditsul masaa' atau bincang petang jelang berbuka puasa sunnah hari Senin yang akan dirutinkan dengan pembicara yaitu alumni International Islamic University Islamabad.

Program lainnya adalah kursus bahasa Urdu yang menjadi diferensiasi mahasiswa Asia Selatan yang dapat dimanfaatkan menjadi bekal untuk memperkuat barisan dakwah ke depannya.

Kader juga perlu diasah kepeduliannya dengan kondisi dunia Islam melalui kegiatan nashta club atau klub sarapan yang membahas mengenai kondisi keIslaman dan muslim di belahan dunia lain beserta peran dan upaya yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi.

Sebagai upaya memanfaatkan media sosial, chai khana atau warung chai hadir sebagai wadah diskusi isu terkini dengan beragam topik yang dapat dijadikan landasan berpikir dengan mengundang nara sumber yang berkompeten serta peserta melibatkan umum dan kader.

Akhirnya, pembinaan ruhiyah insidentil dilakukan dengan lailah imaniyah atau mabit untuk menjaga hubungan dengan Allah dan juga dengan sesama anggota.

Akhir kalam, semoga PIP bisa amanah dalam menjalankan kegiatan-kegiatan di 2018 ini.


Islamabad, April 2018

Komentar

Paling Populer

Cara PKS Mengatasi Masalah )I( by Mahfudz Siddiq

Tidak seperti dugaan sebagian pengamat bahwa munculnya kasus penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) akan membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhenti, setidaknya, untuk sementara. Faktanya, PKS justru bergerak lebih cepat. Bagaimana cara PKS melewati masalah? Berikut ini Mahfudz Siddiq membeberkannya dalam kulwit #carakami: 1- saat terima kabar kasus LHI, hari itu kami himpun semua info. Trmsk klarifikasi langsung dari LHI, Presiden PKS. #carakami 2- ini prinsip "memahami persoalan adl setengah dari solusi". Lalu hari itu juga para pimpinan PKS musyawarah, trmsk LHI. #carakami 3- orientasi musyawarah kami adalah menjaga kebaikan bersama, dan meminimalkan kerusakan yg bisa timbul. Kesadaran kolektivitas. #carakami 4- kami dpt info kasus LHI akan dikembangkan sdmkn rupa. Ada nuansa politik & hukum. Ya, politik mmg kompetisi dan pertarungan. #carakami 5- sikap kami: tdk akan biarkan siapapun siapkan lorong panjang untuk PKS. Kami hrs sgr ambil ke...

Belajar Dari Kasus Hukum Misbakhun, Menengok Kasus Ustad Luthfi Hasan Ishaq

Jika ingin tahu betapa jahatnya konspirasi politik, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Jika ingin tahu betapa dahsyatnya fitnah dan propaganda media, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun adalah korban kriminalisasi politik dan konspirasi media. Perjuanganya dalam mengungkap skandal CENTURY (pansus century) yang melibatkan penguasa telah mengantarnya kedalam penjara pada 26 April 2010 silam. Dia dilaporkan oleh Staf Kepresidenan Andi Arif atas dugaan penggunaan LC fiktif. Saat itu Misbakhun dituntut 8tahun penjara. Disaat banyak telunjuk menghakimi dirinya dengan tuduhan korupsi, disaat makian dan sumpah serapah datang bertubi-tubi, maka pada saat itu juga Misbakhun mencoba bangkit berjuang, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan apa yang orang-orang dituduhkan. Dalam terali besi dia terus berjuang menuntut keadilan yang telah dirampas penguasa, melawan tekanan-tekanan politik yang semena-mena. Dengan ber...

Recovery PKS vs Recovery Partai Demokrat

Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS. Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi penanganannya jauh berbeda. Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan.. Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung.. Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut.. Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini bahkan lebih dari jatah nomor...