Langsung ke konten utama

Chai Khana 01: Dakwah di Pedalaman

Diskusi chai khana pertama ini diadakan pada 23 Maret 2018, diikuti kurang lebih 10 orang dengan pembicara Ust. Hasan Juhanis, MPhil, seorang pendakwah asal Sulawesi Selatan.

__________________________________

🌺Alangkah baiknya kita memperhatikan  dakwah dalam bingkai yg lebih luas, sehingga kita bisa menggunakan fasilitas2 yg ada untuk inovasi2 dalam berdakwah. Karena dakwah tidak terbatas ruang dan waktu.
Maka saat kita bangun hingga kita tidur kembali, maka saat itu pula dakwah seharusnya sudah berjalan.

🌺Dakwah dalam arti luas, bukan hanya di depan mimbar di depan jamaah, tapi seperti senyum, sapaan, membantu adalah dakwah. Misal, kita ngechai dengan teman dari Pakistan, Afganistan dengan berbagai perangainya, banyak yg lebih istiqamah dan lebih baik dari kita, akan tetapi menutup kemungkinan ada juga yg yg ktp Islam, akan tetapi ketika waktu shalat mereka tidak kelihatan. Itu semua membutuhkan dakwah dan membutuhkan strategi. Contoh lain, di kantin misalnya, terkadang kasir yg tidak memberikan kembalian yg semestinya. Kita bicarakan. Karena ini juga termasuk dalam bingkai dakwah. Contoh dakwah di lapangan, salah satu da'i pernah bercerita kepada Ust.Hasan di daerah sulawesi dibawah AMCF,  yang mana beliau seringkali melakukan diskusi untuk melakukan solusi dalam berdakwah dengan da'i disana. "Daerah Seko,  di kecamatan ini memiliki ada desa, dan kita tempatkan salah satu da'i disana. Sayangnya kepala desa, tidak  shalat berjamaah di Masjid. Salah satu trategi untuk berdakwahnya, dengan mendatangi kepala desa sebelum shalat berjamaah, karena saking seringnya berkunjung,  kepala desa merasa tidak nyaman, alhamdulillah akhirnya kepala desa dapat hidayah untuk ikut shalat berjamaah."

🌺Dakwah membutuhkan strategi,inovasiasi, manajemen, dan melihat celah2 apalagi kita sebagai mahasiswa, baik dari background pendidikan, lingkungan, orginasasi, dan negara2 lain. Pada dasarnya itu adalah diri kita dan yang lain adalah objek dakwah kita. Sayangnya, kadang2 kita hanya melihat orang2 tertentu saja sebagai objek dakwah. Padahal semuanya adalah objek dakwah. Dakwah itu luas dan tidak terbatas. Ruang dan waktu tak terbatas. Jadi kapanpun dan dimanapun kita bisa menjalankan dakwah.

 🌺Poin utama mengenai kaderisasi. Yangmana  difokuskan kepada anak2 daerah. Terkhusus di kampus UNISMA, lebih banyak anak daerah, kalau dipresentasikan, hanya beberapa persen saja yg asli Makassar. Ketika mengutus da'i, salah satunya punya misi untuk mengirimkan muda-mudi sekitar mereka. Ini merupakan salah satu bukti adanya dakwah yg berkelanjutan. Kaderisasi tidak hanya sampai disitu, mereka sudah mengirim, tidak bisa dilepas begitu saja. Kalau sudah sampai dikampus, kita harus memantau bagaimana fikroh dakwah mereka ketika mereka pulang, karena banyak terjadi, ketika sudah dikirim oleh da'i, tidak pulang-pulang dan lupa akan asal daerahnya. Dakwah butuh kerjasama satu sama lain. ‎Lebih difokuskan kepada tanah minoritas ( Tanah Toraja dan Seko) Ust. hasan membina mahasiswa darisana,  menyatukan asal daerah mereka,  membuatkan mereka PR jangka panjang, untuk lebih memperhatikan, dan memberikan pertanyaan dan apa solusinya, termasuk langkah2 mereka untuk jangka kedepan, apa yg lebih utama untuk dijalankan di daerah mereka masing2. Dan kita berusaha untuk bisa membujuk mereka untuk kuliah dimakasar. Lantas, ketika sampai di Makassar apakah perjalannya mulus2 saja dan lanjut hingga selesai? Tidak. Ada yang belum bisa mengaji, ketika diajarkan mengaji, setelah 2 pekan, lupa.Bulan berikutnya, ada yang didatangkan dari Tanah Toraja, sudah lancar mengaji, akan tetapi ada tantangan berupa finansial. Tapi alhamdulillah, masalah finansial ini bisa diselesaikan. Ada yg melarikan diri dengan berbagai macam alasan.
 ‎
 ‎🌺Kita harus tahu, semakin minoritas daerah, maka perhatian kepada Islam dan belajar agama, lebih minim. Maka kita harus memperhatikan dari yg minoritas. Pertumbuhan ghirah Islam, jika dibandingkan antara kota dan daerah,  kota lebih gencar dakwahnya dibandingkan dengan daerah semakin melambat dan melemah. Dan target2 kristenisasi mulai terlihat. Berikut website kristenisasi yang dijdikan sandaran oleh mereka oleh pada misionaris.

https://joshuaproject.net

Website ini merupakan website utama kristenisasi. Ada beberapa warna, warna merah, silahkan lihat daerah masing2. Ini berkaitan dengan kristenisasi. Data ini tidak mudah untuk didapatkan. Diantara manfaat dari data ini, untuk membuat peta dakwah, sehingga bisa kita kirimkan da'i. Kita bisa belajar bagaimana kristenisasi. Dari pengalaman Ust. Hasan, kita bisa mengambil kesimpulan, untuk tidak mempublikasi proses Islamisasi. Karena ketika dipublikasi, para misionaris semakin gencar menyebarkan kristenisasi. Kita Islamkan dan tidak dipublikasi di media sosial. Yakni, dengan dakwah diam2. Diam tapi pasti.


🌺Karena Keprihatinan melihat daerah-daerah kehabisan penerus, AMCF fokus dakwahnya ke daerah pelosok. Meskipun tidak lagi menjadi bagian di dakwahnya, Ust. Hasan tetap melanjutkan program2 dakwah daerah terkhusus daerah minoritas yg masih bisa dijangkau, yang mana beliau kesana dgn naik motor untuk sampai ketujuan. Dan Alhamdulillah sampai dengan mudah kecuali di Seko, Kab Luwu, Sulsel. Beliau pernah pulang, hanya sampai ditengah jalan. Karena sampai kesana membutuhkan 3-4 hari, sementara hari ke-4 beliau punya tabligh akbar di daerah lain yg berjauhan.

💡Q and A💡
1) Q: Bagaimana dengan sikap pemda setempat? adakah bantuan teknis, atau beasiswa?
A: Kerja dakwah kita melibatkan semua pihak. Surat menyurat, ada yg ke Bupati dan Pak Bupati berikan rekomendasi sampai ke bawahannya hingga ke daerah. Ada surat ke kepolisian, depag dan ormas mitra dakwah. Kita lebih bisa diterima krn tdk membawa bendera ormas, tapi mengajak semua ormas dakwah untuk kerjasama. Lebih lanjutnya, Sekarang Pemda kita programkan ikut terlibat langsung sampai ke pendanaan.
Kita programkan pelatihan da'i, imam dan khatib di daerahnya. Dan banyak bantuan dari dana Pemda, tempatnya pun mereka siapkan. Baru2 ini, kita resmikan kapal kemanusiaan, itu juga akan melibatkan pemda, pemerintah wilayah bahkan pusat. Yang mana programnya, bedah rumah, perbaikan fasilitas umum, bangun masjid, dan disertakan dokternya

2) Q: Ustaz, untuk kami yang pemula ini, bagaimana perbekalan yang diperlukan untuk dakwah ini?t erutama perbekalan yang bisa dipersiapkan selagi domisili di Pakistan..

A: Perlu kita pelajari dulu medan dakwahnya. Tantangan, potensinya dan tindak lanjutnya. Kalau kita perhatikan, keberhasilan dakwah Ust Fadlan Garamatan di Papua tidak lepas dari manajemen dakwah yg tersusun rapi‬. Ya, minimal kita teropong daerah kita masing2, kalaupun jauh, kita dorong personal2 yg kelak kita prediksi sebagai patner dakwah untuk mengadakan pembekalan diri juga. Maka bagus sekali, kalau mereka yg keluarga kita, tetangga, sekampung kita untuk dibukakan jalan untuk mendapatkan peluang2 kemudahan kuliah ke jurusan yg kita harapkan kelak bisa bermanfaat untuk dakwah

Q: Stakeholder dakwah harus banyak ya? Dari paparan antum, berarti kita tidak bisa bergerak scara fardi?

A: Harus begitu. Target fardiyah/personalpun melibatkan banyak orang lbh baik. Boleh menjadi uji coba Antum d Islamabad. Ada personal tertentu jadi target kebaikan, masing2 memiliki peran dan melakukan misinya, insya Allah akan berhasil.Justru kalau Antum pulang, tempatnya di daerah yg memang riskan timbul fitnah, kalau hanya dakwah jalan sendiri, maka jangan heran kalau kelak banyak tanggapan2 miring.

3)Q: Ustaz, hal-hal apa saja yang perlu dihindari saat membuka lahan dakwah di lokasi baru seperti pedalaman.
A: Hindari sifat buru2. Yaitu buru2 memvonis, buru2 mengambil keputusan sementara kita ini pendatang baru, hindari gesekan ikhtilaf sementara kita belum miliki power.

4) Q:   Yang antum jelaskan adalah da'wah di daerah ya kak, bagaimana dengan da'wah ibu2 di kota?
A‬: Dakwah untuk ibu2 di kota, kita tidak terlalu meresahkan. Mereka lebih aktif. Majlis2 ta'lim mereka mulai tumbuh subur. Maka kitapun mulai masuk dengan kajian2 umumnya kemudian kita giring masuk kepada pembelajaran intensif, mulai dari tahsin qiraah sampai ke fiqihnya.

 5) Q:Pengalaman apa saja yang antum dapatkan di Pakistan, dan bisa diaplikasikan dalam dakwah?
Yang antum rasakan.
A: Saya ketika disana bergaul dgn semua kalangan. Yg menjadi kelemahan kita, apalagi ketika ada acara2 besar, biasanya lbh suka kumpul2 dgn teman2, disisi lain dakwah kita mandek pada kalangan2 tertentu, yg pada acara tersebutlah kesempatannya. Maka, kita perlu terus belajar komunikasi efektif. Saya sendiri kadang tdk banyak bicara ketika berhadapan dgn seseorang, sementara sebagai da'i haruslah lbh proaktif.
 ‎
 ‎6) Q: Ustadz tolong tanyakan tentang pengalaman terburuk ustadz acang saat berdakwah..🙏
dan bagaimana antum menghadapinya?
A: Kalau pengalaman buruknya sih, alhamdulillah belum ada. Tapi orang curiga kpd kita, apalagi dr pakiatan awal2 datang di masyarakat. Sampai2 suatu saat seorang yg sekarang jadi teman akrab. Pernah bilang kpd masyarakat untuk berhati2 kpd saya, saat saya tdk bersama mereka lagi 😃 Hal ini biasa dihadapi dai dan hampir2 semua merasakan. Kalau selama touring dakwah, pernah naik motor dgn teman. Mungkin karena capeknya, kirain singgah di masjid shalat dan saya tunggu di jalan. Ternyata dia singgah tidur 15 menitan. Saat itu sekitar jam 2 malam

7) Q:Terkait duat hidayatullah:
- Rahasia apa yang dimiliki sehingga dikenal duat tangguh, sampai taruhkan nyawa skalipun.
- Bagaimana peran media.
A:Banyak dr da'i2 kita backgroundnya dr hidayatullah pula, mereka bukan dai amplop. Sepertinya itu kunci utamanya




🌺Dakwah itu bukan menyampaikan ceramah saja, namun banyak peran yg bisa kita ambil. Dakwah itu pekerjaan yang paling mulia dan paling keren 😊.Siapapun kita, dakwah adalah kewajiban kita. Dimanapun kita, tidak alasan yg menghalangi kita untuk berdakwah.
Untuk menjadikan daerah kita lebih hidup keislamannya, mulai sekarang kita atur strategi dakwahnya, mencari potensi mitra dakwahnya, baik personal atau lembaganya. Hindari timbulnya kegaduhan krn ucapan kita, sementara kita belum punya power atau belum merebut hati masyarakat. Masyarakat kita butuh diajari baca AlQuran, akidah dan fiqihnya, maka sebagai dai harus menyiapkan kebutuhan mereka. Tidak ada salahnya kita mulai persiapkan skill 2 yg memang masyarakat membutuhkan, krn drsitulah hati mereka kita taklukkan sehingga mudah menerima dakwah. Kita kekurangan SDM da'i, Maka Antum/Antunna ada bagian penting dari roda kelangsungan dakwah di Indonesia, karena kitalah tentara2 Allah yg selalu  menyebarkan nikmat keharuman dakwah.

Semoga Allah memudahkan urusan kita semua dan istiqomah dalam agamanya, kuliahpun lancar dan sukses, kemudian kembali berjuang di Indonesia

 ‎
 https://youtu.be/pWMspBwfaY8

Terakhir, mudah2an video ini menjadi bahan renungan kita. Ini gambarang umum masyarakat pedalaman, dan masih banyak yg belum tersentuh dakwah.

Wednesday, 23 Maret 2018

Komentar

Paling Populer

Cara PKS Mengatasi Masalah )I( by Mahfudz Siddiq

Tidak seperti dugaan sebagian pengamat bahwa munculnya kasus penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) akan membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhenti, setidaknya, untuk sementara. Faktanya, PKS justru bergerak lebih cepat. Bagaimana cara PKS melewati masalah? Berikut ini Mahfudz Siddiq membeberkannya dalam kulwit #carakami: 1- saat terima kabar kasus LHI, hari itu kami himpun semua info. Trmsk klarifikasi langsung dari LHI, Presiden PKS. #carakami 2- ini prinsip "memahami persoalan adl setengah dari solusi". Lalu hari itu juga para pimpinan PKS musyawarah, trmsk LHI. #carakami 3- orientasi musyawarah kami adalah menjaga kebaikan bersama, dan meminimalkan kerusakan yg bisa timbul. Kesadaran kolektivitas. #carakami 4- kami dpt info kasus LHI akan dikembangkan sdmkn rupa. Ada nuansa politik & hukum. Ya, politik mmg kompetisi dan pertarungan. #carakami 5- sikap kami: tdk akan biarkan siapapun siapkan lorong panjang untuk PKS. Kami hrs sgr ambil ke...

Belajar Dari Kasus Hukum Misbakhun, Menengok Kasus Ustad Luthfi Hasan Ishaq

Jika ingin tahu betapa jahatnya konspirasi politik, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Jika ingin tahu betapa dahsyatnya fitnah dan propaganda media, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun adalah korban kriminalisasi politik dan konspirasi media. Perjuanganya dalam mengungkap skandal CENTURY (pansus century) yang melibatkan penguasa telah mengantarnya kedalam penjara pada 26 April 2010 silam. Dia dilaporkan oleh Staf Kepresidenan Andi Arif atas dugaan penggunaan LC fiktif. Saat itu Misbakhun dituntut 8tahun penjara. Disaat banyak telunjuk menghakimi dirinya dengan tuduhan korupsi, disaat makian dan sumpah serapah datang bertubi-tubi, maka pada saat itu juga Misbakhun mencoba bangkit berjuang, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan apa yang orang-orang dituduhkan. Dalam terali besi dia terus berjuang menuntut keadilan yang telah dirampas penguasa, melawan tekanan-tekanan politik yang semena-mena. Dengan ber...

Recovery PKS vs Recovery Partai Demokrat

Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS. Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi penanganannya jauh berbeda. Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan.. Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung.. Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut.. Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini bahkan lebih dari jatah nomor...