Langsung ke konten utama

Spirit Kebersamaan di Tarhib Ramadhan PKS Pakistan



            Islamabad - Sabtu (6/7). Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera wilayah Pakistan menggelar acara Tarhib Ramadhan 1434 H. Acara ini terselenggara berkat kerjasama kelembagaan dengan Departemen Kerohanian Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan dan Pimpinan Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCI-NU) Pakistan. Mengambil setting lokasi alam terbuka di Fatimah Jinnah Park, membuat lima puluhan peserta yang hadir asik dalam obrolan silaturrahim sesama anak bangsa dengan diiringi semilir angin sore musim panas. Sebagian besar mereka adalah para mahasiswa International Islamic University Islamabad (IIUI) dengan beragam latar belakang, baik latar belakang pesantren atau sekolah asalnya maupun latar belakang organisasi. Tampak pula beberapa staff dari KBRI Islamabad.
            Dalam sambutannya, Rois Suriah PCI-NU Pakistan, H. Anggi Maulana Rizqi, B.S. menyampaikan target acara ini selain sebagai bentuk mempersiapkan diri dan lingkungan dalam memasuki bulan Ramadhan, juga sebagai ajang mempererat tali ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathoniyah masyarakat Indonesia di Islamabad. Oleh karenanya, penyelenggaraan acara ini memang dilakukan atas kerjasama tiga lembaga.
            Hadir sebagai pemateri pertama adalah Sekretaris Suriah PCI-NU, H. Ahmad Badruddin, Lc. Ustadz lulusan Al Azhar Mesir yang saat ini sedang menyelesaikan program S2 Tafsir di IIUI ini menyampaikan makalah dengan judul ”Tujuan Puasa dalam Membangun Karakter Ummat”. Beliau menyajikan makna taqwa dalam empat jenis kearifan; yaitu Kearifan Prediktif (tentang visi akhirat), Kearifan Equilibrium (tentang keseimbangan hidup dalam diri dan keluarga), Kearifan Pluralitas (tentang menghadapi perbedaan dengan bijak), dan Kearifan Horizontal (tentang kepedulian sosial).
            Sementara pemateri kedua adalah mahasiswa Ph.D bidang Hadits, ustadz Hanafi. Yang menyampaikan tentang beberapa riwayat hadits sebagai landasan amal di bulan Ramadhan, sekaligus menjadi arahan dalam memenej amalan hingga akhir Ramadhan. Dimulai dari amalan-amalan yang mampu kita kerjakan, sedikit namun rutin, lalu meningkat kepada sunnah-sunnah lainnya.
            Tepat dua jam berlalu, tak terasa jam sudah menunjukkan jam 8 malam. Kajian yang dimoderatori oleh H. Ajam Jamhur, Lc., yang juga merupakan Sekretaris Tanfidziyah PCI-NU Pakistan, berjalan dengan dinamis. Meski sempat dipotong dengan shalat Maghrib berjama’ah, acara kembali berlanjut dengan diskusi hangat seputar ibadah di bulan Ramadhan hingga diakhiri dengan makan malam bersama yang sangat sederhana.
            Sebelum pulang, PIP PKS Pakistan memberikan bingkisan Ramadhan Kit kepada para keluarga yang hadir. Ramadhan Kit PKS Pakistan kali ini berisi Jadwal Imsakiyah, Kartu Mutaba’ah, Risalah Ringkas Puasa, majalah, serta newsletter. Semoga bermanfaat menyiapkan langkah menuju Ramadhan penuh Cinta; Cinta Ibadah, Cinta Sesama Manusia, dan Cinta Keluarga.[]

Komentar

Paling Populer

Cara PKS Mengatasi Masalah )I( by Mahfudz Siddiq

Tidak seperti dugaan sebagian pengamat bahwa munculnya kasus penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) akan membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhenti, setidaknya, untuk sementara. Faktanya, PKS justru bergerak lebih cepat. Bagaimana cara PKS melewati masalah? Berikut ini Mahfudz Siddiq membeberkannya dalam kulwit #carakami: 1- saat terima kabar kasus LHI, hari itu kami himpun semua info. Trmsk klarifikasi langsung dari LHI, Presiden PKS. #carakami 2- ini prinsip "memahami persoalan adl setengah dari solusi". Lalu hari itu juga para pimpinan PKS musyawarah, trmsk LHI. #carakami 3- orientasi musyawarah kami adalah menjaga kebaikan bersama, dan meminimalkan kerusakan yg bisa timbul. Kesadaran kolektivitas. #carakami 4- kami dpt info kasus LHI akan dikembangkan sdmkn rupa. Ada nuansa politik & hukum. Ya, politik mmg kompetisi dan pertarungan. #carakami 5- sikap kami: tdk akan biarkan siapapun siapkan lorong panjang untuk PKS. Kami hrs sgr ambil ke...

Belajar Dari Kasus Hukum Misbakhun, Menengok Kasus Ustad Luthfi Hasan Ishaq

Jika ingin tahu betapa jahatnya konspirasi politik, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Jika ingin tahu betapa dahsyatnya fitnah dan propaganda media, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun adalah korban kriminalisasi politik dan konspirasi media. Perjuanganya dalam mengungkap skandal CENTURY (pansus century) yang melibatkan penguasa telah mengantarnya kedalam penjara pada 26 April 2010 silam. Dia dilaporkan oleh Staf Kepresidenan Andi Arif atas dugaan penggunaan LC fiktif. Saat itu Misbakhun dituntut 8tahun penjara. Disaat banyak telunjuk menghakimi dirinya dengan tuduhan korupsi, disaat makian dan sumpah serapah datang bertubi-tubi, maka pada saat itu juga Misbakhun mencoba bangkit berjuang, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan apa yang orang-orang dituduhkan. Dalam terali besi dia terus berjuang menuntut keadilan yang telah dirampas penguasa, melawan tekanan-tekanan politik yang semena-mena. Dengan ber...

Recovery PKS vs Recovery Partai Demokrat

Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS. Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi penanganannya jauh berbeda. Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan.. Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung.. Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut.. Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini bahkan lebih dari jatah nomor...