Serangan teror berupa bom atau penembakan merupakan hal yang lumrah terjadi di Pakistan. Dan menjadi perhatian kita bersama untuk waspada apalagi posisi kita sebagai foreigner. Baru-baru ini, peringatan dari KBRI disebarkan melalui media sosial untuk menghindari tempat-tempat umum di Pakistan, utamanya di Islamabad. Hal ini dikarenakan terdapat pergerakan teror yang berdekatan waktunya dalam sepekan terakhir.
Dawn menganalisa kebangkitan dalam serangan teror dengan beberapa laporan:
Sebelum hari Kamis ini, bahan peledak telah menargetkan konvoi tentara di daerah Awaran Balochistan, menewaskan tiga tentara.
Pada Feb 15, seorang pembom bunuh diri menyerang di Mohmand, menewaskan tiga personil dari angkatan Khasadar dan lima warga sipil. Serangan itu diklaim oleh Tehreek-i-Taliban (TTP)
Pada hari yang sama, seorang pembom bunuh diri menabrakkan motornya ke sebuah kendaraan yang membawa hakim di Hayatabad Phase 5 wilayah Peshawar, menewaskan sopir dan melukai empat penumpang lainnya. Serangan itu diklaim oleh TTP juga.
Pada Feb 13, seorang pembom bunuh diri telah menyerang sekelompok massa protes di Charing Cross interchange, Lahore, menewaskan 13 dan melukai 85. Serangan yang terjadi tepat di luar gerbang Dewan Perwakilan Provinsi Punjab. Serangan itu diklaim oleh Jama'ah ul-Ahrar.
Pada hari yang sama, dua personel skuad penjinak bom Balochistan tewas saat mereka berusaha untuk meredakan alat peledak yang ditanam di bawah jembatan Sariab Road di Quetta, ibukota provinsi.
Serangan terakhir di sebuah kuil Sufi berlangsung pada 12 November, 2016, ketika seorang pembom bunuh diri menyerang kuil Shah Norani di distrik Khuzdar Balochistan, di mana setidaknya 52 orang tewas dan 102 luka-luka.
Ledakan juga terjadi di tempat dalam Shah Noorani kuil di mana Dhamaal sedang dilakukan. Pada saat ledakan itu, setidaknya ada 500 orang berkumpul di tempat untuk mengamati ritual.
Sumber: Dawn
Kebangkitan dalam serangan teror
Dawn menganalisa kebangkitan dalam serangan teror dengan beberapa laporan:
Sebelum hari Kamis ini, bahan peledak telah menargetkan konvoi tentara di daerah Awaran Balochistan, menewaskan tiga tentara.
Pada Feb 15, seorang pembom bunuh diri menyerang di Mohmand, menewaskan tiga personil dari angkatan Khasadar dan lima warga sipil. Serangan itu diklaim oleh Tehreek-i-Taliban (TTP)
Pada hari yang sama, seorang pembom bunuh diri menabrakkan motornya ke sebuah kendaraan yang membawa hakim di Hayatabad Phase 5 wilayah Peshawar, menewaskan sopir dan melukai empat penumpang lainnya. Serangan itu diklaim oleh TTP juga.
Pada Feb 13, seorang pembom bunuh diri telah menyerang sekelompok massa protes di Charing Cross interchange, Lahore, menewaskan 13 dan melukai 85. Serangan yang terjadi tepat di luar gerbang Dewan Perwakilan Provinsi Punjab. Serangan itu diklaim oleh Jama'ah ul-Ahrar.
Pada hari yang sama, dua personel skuad penjinak bom Balochistan tewas saat mereka berusaha untuk meredakan alat peledak yang ditanam di bawah jembatan Sariab Road di Quetta, ibukota provinsi.
Serangan terakhir di sebuah kuil Sufi berlangsung pada 12 November, 2016, ketika seorang pembom bunuh diri menyerang kuil Shah Norani di distrik Khuzdar Balochistan, di mana setidaknya 52 orang tewas dan 102 luka-luka.
Ledakan juga terjadi di tempat dalam Shah Noorani kuil di mana Dhamaal sedang dilakukan. Pada saat ledakan itu, setidaknya ada 500 orang berkumpul di tempat untuk mengamati ritual.
Sumber: Dawn

Komentar
Posting Komentar