by. Nandang Burhanuddin
1. Yang dihadapi Moersi
dalam 5 bulan pemerintahannya, jebakan-jebakan batman.
2. Kondisinya; Moersi
memerintah di tengah: (1) tidak adanya Undang-Undang, (2) tidak adanya DPR, (3)
tidak adanya MPR, (4) birokrasi-militer-aparat adalah antek-antek Mubarok, (5)
Mesir terus-menerus diawasi Israel dan AS.
3. Selain itu, kondisinya:
Moersi dan IM terus-menerus dituduh sebagai antek AS, budak Barat, bahkan oleh
HT Internasional disebut Mubarak yang berjanggut.
4. Karena menurut HT:
Moursi tidak menjalankan syariat, tidak membatalkan perjanjian Camp David, tidak
mengirim tentara ke Israel ,
dan Moursi dituduh menjalankan demokrasi.
5. Maka realitanya: Moersi mengemban amanah yang
teramat berat. Diserang dari LUAR dan dirongrong dari DALAM. Tujuan dari semua
serangan adalah: melanggengkan hegemoni Irael (Zionis) dan AS-Barat (Salibis).
Musuh-musuh Islam paham betul, ketika IM-Salafy bersatu, maka 2/3 kekuatan
Islam menjadi penguasa mutlak di Mesir. Saat kaum Islamis berkuasa di dunia
nyata, dan berhasil meraih simpati rakyat, maka tak ubahnya menjadi "tanda
bahaya" yang akan mewabah ke wilayah Timteng dan negeri-negeri Islam pada
umumnya.
6. AS dan Zionis sangat takut terhadap Islam
yang diamalkan. Tapi keduanya tidak akan pernah takut pada Islam yang hanya di
tataran teori.
7. Bagi AS dan Zionis, negara yang berpenduduk
muslim dan sukses dalam hal ekonomi, stabil dalam politik, unggul dalam SDM
lebih menakutkan daripada teori Khilafah.
8. AS dan Zionis berusaha sekeras mungkin
membendung dan merusak tampilan Islam dan Muslim yang berkuasa, tapi membiarkan
konferensi-konferensi Khilafah dan diskusi-diskusi Syariah.
9. Mereka paham, kekuasaan sekecil apapun yang
berbau Islam itu jauh lebih berbahaya dari teori kekuasaan global yang hanya
selesai di tataran makalah dan orasi.
10. Kembali ke perkara Republik Arab Mesir, maka Khalid Misy’al dari Hamas
berujar: ”Mesir
ini kepalanya bangsa Arab dan umat Islam. Jika kepalanya kuat, umat ikut kuat."
Komentar
Posting Komentar