Langsung ke konten utama

PKS Ajak Mahasiswa Indonesia di Pakistan untuk Menjaga Kebugaran


Islamabad Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS wilayah Pakistan bekerjasama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan menggelar Kajian Olahraga pada hari Kamis lalu (4/10). Agenda selama dua jam yang dibarengkan dengan momen pelepasan jama’ah haji dari mahasiswa Indonesia di Pakistan ini juga memanfaatkan kesempatan untuk melakukan buka puasa bersama shaum sunnah dengan seluruh anggota PPMI Pakistan.

Karena tempat yang tidak memungkinkan, acara ini akhirnya hanya dikhususkan untuk mahasiswa dan bertempat di Hostel 3 Male Kampus. Di antara yang hadir adalah mahasiswa S2 bidang Tafsir, Hasan Juhanis asal Palopo Makassar. Tampak pula mahasiswa S3 bidang Hadits, E. Hanafiah asal Bandung, yang hadir dengan membawa putri mungilnya yang baru berusia sekitar 6 bulan.

Acara yang sedianya juga digelar untuk pelepasan jama’ah haji dari warga PPMI Pakistan ini akhirnya hanya difokuskan untuk Kajian Olahraga. Sebagaimana yang disampaikan oleh Sukron Makmun kepada panitia, dikarenakan kesibukan para jama’ah haji pada waktu yang bersamaan, sehingga tidak dapat hadir dalam acara ini. Namun demikian, tampak Achmad Faruki, Retno Ahmad Pujiono, dan Abdurrahman Qosim dari jama’ah haji tahun ini yang menyempatkan hadir di tiga puluh menit pertama acara berlangsung.

Dipandu oleh Wiprasworo Jihwamuni selaku moderator, kajian bersama Bp. Unggul Wibawa, mantan Ketua Departemen Olahraga (DORA) Bidang Pembinaan Pemuda DPP PKS, ini mengangkat topik bahasan “Urgensi Kebugaran Bagi Seorang Muslim”. Delapan belas mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang studi di kampus International Islamic University Islamabad tampak khidmat menyimak pemaparan materi yang berlangsung secara online. Mereka adalah mahasiswa Indonesia dari beragam daerah yang kini sedang menekuni bidang Ushuluddin, Syari’ah, Nano Teknologi, dll.

“Seorang muslim, seorang aktivis dakwah, hendaknya selalu menjaga kebugaran tubuhnya. Hal ini penting, agar ia selalu siap mengemban amanah dakwah dan amanah-amanah pemberdayaan ummat kapan pun dan di mana pun. Definisi kebugaran yang paling simple mungkin adalah bila antum melakukan beragam aktivitas siang dan malam, namun tubuh antum tetap fit,” Himbau bapak Unggul di awal pemaparannya.

Selanjutnya bapak dari empat anak yang saat ini diamanahi sebagai Ketua DPD PKS Tangerang Selatan ini menyampaikan, “Jangan sedikit-sedikit mudah sakit. Giatlah berolahraga sebagai sarana menjaga kebugaran. Dan target olahraga itu kebugaran tubuh kita. Tidak sekadar sering berolahraga. Kita perlu cerdas berolahraga. Memilih jenis olahraga yang pas bagi kita, yang tentunya akan melahirkan tubuh yang bugar. Bukan sebaliknya, olahraga kita hanya menghadirkan lelah dan malah menurunkan produktivitas amal.”

“Olahraga yang baik adalah dengan prinsip FIT. F yang pertama adalah Frequency, yang idealnya dilakukan 2 hari sekali. Kemudian I adalah Intensity, yang sangat disesuaikan dengan denyut optimal dengan penghitungannya sebagai berikut; (220 – usia) X 70 – 85%. Dan T terakhir adalah Time, yaitu lamanya durasi olahraga yang dapat ditentukan dengan ukuran waktu, jarak, atau kalori. Dan kalau saya boleh menambahkan, terakhir lagi adalah E, yaitu Enjoy. Jadi kita perlu memilih jenis olahraga yang kita enjoy melakukannya. Sehingga dapat kontinu kita melakukannya, karena menikmati.” Begitu pesan bapak Unggul, memberikan tips-tips olahraga yang efektif.

Kajian ini berakhir tepat saat adzan Maghrib waktu Islamabad berkumandang. Setelah sebelumnya dibuka sesi tanya jawab untuk dua penanya. Anggi dengan pertanyaannya dampak tidur pagi bagi kebugaran, dan Qowi dengan pertanyaannya apakah gerakan shalat dapat menggantikan olahraga bagi seorang Muslim. Selanjutnya para peserta terlihat menikmati sajian ta’jil sederhana yang disiapkan oleh panitia.

“Alhamdulillah, acara yang kita agendakan masih dalam rangka Hari Olahraga Nasional ini dapat berlangsung. Target kita bukan berapa banyak yang hadir, tetapi berapa banyak yang bisa kita ubah mind set berolahraganya. Kita ingin kelak, olahraga-olahraga yang dilakukan seorang Muslim itu tak sekadar bagian dari hobbi, atau sekadar penikmatan, namun juga memerhatikan targetnya bahwa ia berolahraga adalah untuk memerkuat fisik agar selalu bugar. Dan kebugaran yang kita pahami bukan sekadar pada tampilan fisik, melainkan pada produktivitas amal yang bisa dilakukan dengan anugerah tubuhnya itu. Sehingga jangan sampai pula setelah berolahraga justru kita perlu istirahat yang panjang, karena lelah atau bahkan sakit, sehingga justru menurunkan produktivitas amal kita.” ujar Irfan Abdul Aziz, Ketua PIP PKS Pakistan, mengungkapkan harapannya dari penyelenggaraan acara ini.

Di lain kesempatan, Husnul, salah satu peserta asal NTB, menyampaikan apresiasinya melalui pesan SMS. “Mantap acaranya, sangat bermanfaat! Thanks,” ujarnya singkat.

Walaupun demikian, acara ini menyisakan evaluasi yang perlu pembenahan di kemudian hari. “Kurangnya koordinasi antar pengurus PPMI, undangan yang terlambat disampaikan sebagiannya, dan waktu yang terlalu mepet, merupakan beberapa evaluasi kita untuk penyelenggaraan acara ini,” jelas Anggi Maulana Rizqi, Ketua Umum PPMI Pakistan.

Sementara Hisbullah selaku Departemen Pengembangan Keilmuan PPMI Pakistan dalam rilisnya menyampaikan, “Ini merupakan seminar yang sangat bermanfaat, kita mendapat informasi-informasi baru tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran tubuh. Selama ini banyak hal yang kita anggap sepele, tapi ternyata dampak buruknya sangat besar bagi kesehatan tubuh kita. Begitu pula sebaliknya banyak hal-hal kecil yang sering kita acuhkan, tapi ternyata faedahnya besar bagi tubuh kita. Mudah-mudahan ke depan kerjasama yang semacam ini lebih ditingkatkan, sehingga mahasiswa, khususnya anggota PPMI, bisa banyak mengambil manfaat. Dan semoga mampu membantu kita dalam pemenuhan wawasan tentang kesehatan. Lebih penting lagi menjadi sarana bagi kita untuk memahami tentang pentingnya kesehatan.”[SK]

Komentar

Paling Populer

Cara PKS Mengatasi Masalah )I( by Mahfudz Siddiq

Tidak seperti dugaan sebagian pengamat bahwa munculnya kasus penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) akan membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhenti, setidaknya, untuk sementara. Faktanya, PKS justru bergerak lebih cepat. Bagaimana cara PKS melewati masalah? Berikut ini Mahfudz Siddiq membeberkannya dalam kulwit #carakami: 1- saat terima kabar kasus LHI, hari itu kami himpun semua info. Trmsk klarifikasi langsung dari LHI, Presiden PKS. #carakami 2- ini prinsip "memahami persoalan adl setengah dari solusi". Lalu hari itu juga para pimpinan PKS musyawarah, trmsk LHI. #carakami 3- orientasi musyawarah kami adalah menjaga kebaikan bersama, dan meminimalkan kerusakan yg bisa timbul. Kesadaran kolektivitas. #carakami 4- kami dpt info kasus LHI akan dikembangkan sdmkn rupa. Ada nuansa politik & hukum. Ya, politik mmg kompetisi dan pertarungan. #carakami 5- sikap kami: tdk akan biarkan siapapun siapkan lorong panjang untuk PKS. Kami hrs sgr ambil ke...

Belajar Dari Kasus Hukum Misbakhun, Menengok Kasus Ustad Luthfi Hasan Ishaq

Jika ingin tahu betapa jahatnya konspirasi politik, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Jika ingin tahu betapa dahsyatnya fitnah dan propaganda media, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun adalah korban kriminalisasi politik dan konspirasi media. Perjuanganya dalam mengungkap skandal CENTURY (pansus century) yang melibatkan penguasa telah mengantarnya kedalam penjara pada 26 April 2010 silam. Dia dilaporkan oleh Staf Kepresidenan Andi Arif atas dugaan penggunaan LC fiktif. Saat itu Misbakhun dituntut 8tahun penjara. Disaat banyak telunjuk menghakimi dirinya dengan tuduhan korupsi, disaat makian dan sumpah serapah datang bertubi-tubi, maka pada saat itu juga Misbakhun mencoba bangkit berjuang, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan apa yang orang-orang dituduhkan. Dalam terali besi dia terus berjuang menuntut keadilan yang telah dirampas penguasa, melawan tekanan-tekanan politik yang semena-mena. Dengan ber...

Recovery PKS vs Recovery Partai Demokrat

Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS. Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi penanganannya jauh berbeda. Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan.. Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung.. Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut.. Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini bahkan lebih dari jatah nomor...