Langsung ke konten utama

Chai Khana 03: Sejarah Islam: Spion Masa Kini dan Alat Masa Depan (Part 1)


Muhammad Edgar Hamas, Sejarawan sekaligus penulis buku Belajar dari Negeri Para Nabi dan Untuk Kalian yang Rindu Perubahan, adalah pemateri pada Chai Khana kali ini yang berlangsung dari pukul 19.20 s.d. 10.30 pada Sabtu, 12 Mei 2018. Peserta dengan jumlah sekitar 198 orang turut aktif menyimak kajian WA yang dimoderatori Saudara Herry Arjuna ini.

------------------------------------------------
Teaser:
Berkembangnya agama Islam sejak 14 abad silam turut mewarnai sejarah peradaban dunia. Bahkan, pesatnya perkembangan agama Islam itu, baik di barat maupun timur, pada abad kedelapan sampai 13 Masehi mampu menguasai berbagai peradaban yang ada sebelumnya.


Tak salah bila peradaban Islam dianggap sebagai salah satu peradaban yang paling besar pengaruhnya di dunia. Bahkan, hingga kini, berbagai jenis peradaban Islam itu masih dapat disaksikan di sejumlah negara bekas kekuasaan Islam dahulu, misalnya Baghdad (Irak), Andalusia (Spanyol), Fatimiyah (Mesir), Ottoman (Turki), Damaskus, Kufah, Syria, dan sebagainya.


Ketika kita mencoba belajar sejarah sejatinya disitu pula kita sedang belajar memahami masa depan, seperti yang dimaksudkan dalam teory siklus sejarah ibn kholdun.

------------------------------------------------
Semoga semua dalam limpahan berkah dan barakah dari Allah ﷻ. Salam shalawat kita sanjungkan pada baginda penghulu semesta, sang legenda menyejarah, Rasulullah Muhammad ﷺ

“Barangkali kita masih enggan untuk mempelajari sejarah karena dia membahas tanggal, tahun dan nama yang susah dihafal”, tutur DR Raghib As Sirjani dalam Halaqah Tarikhiyah Qisshatu Al Andalus episode perdana, "padahal sebenarnya kita diperintahkan Allah untuk mentadaburi sejarah secara umum, tentang kebangkitan, kejayaan dan kejatuhan.”

Sesuai yang disampaikan oleh panitia, malam ini/sore ini insyaallah saya akan sangat berbahagia bisa menyampaikan tentang tema besar

Menjadikan sejarah sebagai alat baca untuk memproyeksikan masa depan

Teman-teman semuanya,

Sejarah, adalah ilmu yang lazim dipelajari oleh para pemimpin –selain Geografi dan Sastra- untuk membentuk pribadi yang siklusial ; memahami bahwa yang terjadi di dunia merupakan sebuah runtutan peristiwa berpola yang terulang-ulang sebagaimana siklus hujan.

Itulah mengapa sejarah dan matematika adalah sama; ia bukan ilmu mengira dan meramal. Ia adalah ilmu untuk mencari sebuah pola

“Saya masih meyakini bahwa sebuah peran besar sedang menunggu Umat Islam, dan masih jua saya meyakini bahwa sirkulasi sejarah yang merupakan sunnatullah akan mempertemukan Umat Islam dengan momentum sejarahnya; untuk melaksakan kewajibannya atas umat manusia”, tulis DR Abdul Halim ‘Uwais.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang apa makna kebangkitan (nahdhah) dalam peradaban Islam, makna kejayaan (tamkin), serta makna kejatuhan (suquth).

Ketiganya adalah masa yang terjadi karena sebab-akibat dan memiliki faktor internal maupun eksternal, serta menjadi kajian yang mendalam bagi para Ulama Sejarah Islam.

Dan dengan memahami pola ketiga gelombang itu, (naik, turun dan bangkit) kita bisa membaca kira-kira apa yang akan terjadi di masa depan kita

Karena peristiwa sejarah yang telah berlalu menjadi pelajaran sangat berharga bagi Umat Islam yang sedang berada di zaman terburuk tanpa kekhilafahan ini. Mudah-mudahan kita menjadi generasi yang mendapatkan momentum untuk menggapai tanggai naik kebangkitan, setelah kejatuhan yang pilu semenjak 94 tahun lalu, ketika Kekhalifahan Utsmani runtuh.

Pertanyaannya; lah, emang ada ya perintah dari Allah buat belajar sejarah? 😅 Ada ngga kira-kira?

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُروا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). [QS Ali Imran : 137]

Sunnah-sunnah Allah disini bermakna: setiap kemenangan ada syaratnya dan setiap kekalahan ada sebabnya

Darimana kita bisa mengetahui sunnatullah itu?


Sejarah

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim, [QS Ali Imran : 140]

Nah, sekarang yuk mari kita jalan ke tangga selanjutnya:

Kebangkitan
(نهضة)

Kebangkitan adalah ‘kebangunan menjadi sadar’ . Kata kebangkitan pertamakali menjadi istilah sejarah dan peradaban yang digunakan oleh Eropa di masa pertengahan.

Mereka menyebut kebangkitan dengan istilah 'Renaissance ’, suatu masa ketika Bangsa Eropa mengalami grafik naik setelah kejatuhannya di masa kegelapan ‘Dark Ages’, yang di saat yang sama, Umat Islam sedang mengalami masa keemasannya ‘Golden Ages’.

Adapun dalam sejarah peradaban Islam, kebangkitan diistilahkan dengan Nahdhah,

Nahdhah sebuah fase ketika Umat Islam mengalami kenaikan tingkat kesadaran beragama dan persatuan, setelah mengalami krisis eksistensi di hadapan banyak kekuatan di dunia.

Fase kebangkitan ini biasanya ditandai dengan kembalinya pemimpin Umat Islam pada sifat shalih dan iffah, Ulama menjadi pemersatu Umat dan masyarakat memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi pada para Ulama.

Beberapa contoh dari fase kebangkitan Umat Islam dalam rentang sejarah bisa dilihat dari masa ketika :

a. Fase ketika Umat Islam dipimpin oleh Umar bin Abdul Aziz selama 2 tahun lamanya dan mengembalikan kejayaan Dinasti Umawiyah di Damaskus.

b. Fase ketika Abdurrahman bin Muawiyah Ad Dakhil membangun kembali Negara Umawiyah di Andalusia.

c. Fase yang kita kenal dengan masa pembangunan Generasi Shalahuddin, yang dimulai dari Imaduddin Zanki, Nuruddin Zanki hingga Shalahuddin.

Semuanya sama: polanya : pemimpin sedang shalih shalihnya, Ulama sedang hebat-hebatnya, dan masyarakat sedang baik-baiknya.

Biasanya kebangkitan ini terjadi setelah bencana atau musibah yang besar

Apa aja syarat-syarat kebangkitan?
Kebangkitan dalam peradaban selalu mesti dimulai dari memetakan potensi 3 elemenya. Yaitu manusia, ruang dan waktu.

 Malik Bin Nabi berpendapat bahwa untuk mencapai sebuah kebangkitan, manusia harus memaksimalkan ruang dan waktu karena dua elemen itulah yang jika dikelola manusia dengan baik, akan menjadi kebangkitan sebuah peradaban.

Manusia : umat Islam
Ruang : negeri tempat mereka berada
Waktu : masa dimana mereka hidup

Kalau ketiganya berhasil diharmoniskan dengan Islam, selalu saja ada wangi-wangi kebangkitan

Contoh Riiil

Bangsa Arab sebelum turunnya risalah Islam adalah bangsa yang terpisah-pisah oleh kabilah dan memiliki kebiasaan dan tradisi yang statis; berdagang, mengembara, dan segala hal yang dilakukan sebatas di kawasan jazirah Arab.

Mereka menjadi bangsa yang saling bermusuhan antar kabilah, hingga Islam datang dan mengubah pola pikir mereka menjadi umat besar yang memiliki kewajiban peradaban.

Manusia, ruang dan waktu, bisa mencapai kebangkitan dengan Islam sebagai mesinnya.

Selanjutnya kita beranjak ke tangga berikutnya, yaitu

 Kejayaan
Kebangkitan ▶ Kejayaan

Kejayaan adalah fase ketika sebuah peradaban berada di puncak kegemilangannya.

Sebuah peradaban disebut berjaya ketika ada sebuah aturan masyarakat madani, yang menolong manusia untuk menambah karya dan produktivitasnya.

Kejayaan sebuah peradaban memiliki empat elemen penting, yaitu; kejayaan ekonomi, kejayaan politik, kemuliaan akhlaq dan pesatnya perkembangan ilmu dan seni.

Di fase kebangkitan, umat kita fokus pada agama dan meningkatkan kualitas keyakinan pada Allah. Maka Allah memberikan mereka kemenangan.

Nah, di masa kejayaan, umat ini sudah mencapai kemenangan. Muncullah masalah: lahirnya generasi baru yang lahir di era kemenangan, akan menjadikan mereka bermental lembek


Umat Islam sepanjang sejarahnya telah melalui berkali-kali masa kejayaan, di berbagai masa, berbagai bangsa, berbagai generasi dan berbagai tempat.

 Di masa kejayaan Umat Islam, berkembang banyak sekali ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan penting. Seni menjadi kebanggaan dan wujud dari intelektualitas.

Majelis Ulama ada dimana-mana, membahas berbagai cabang disiplin ilmu dan keahlian.
Allah menggunakan kata kejayaan (tamkin) dalam Al Quran untuk mendeskrepsikan kemenangan Umat Islam dan keadaannya yang telah stabil (istiqrar) sebagai sebuah peradaban yang berkontribusi untuk kemajuan Umat Manusia.

Diantara contoh fase kejayaan yang pernah terjadi dalam sejarah Islam adalah :

A. Fase kepemimpinan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman atas Muslimin Bani Israel. Masyarakat hidup dengan makmur sejahtera dan aman. Masjid dibangun sebagai lambang ketundukan pada Allah. Dakwah Berjaya menuju negeri-negeri seperti Saba’.

B. Fase ketika kepemimpinan Umar bin Khattab ra, Umat Islam berhasil memiliki wilayah yang luas dan makmur, rakyat yang sejahtera dan shaleh, dan berkembangnya ilmu pengetahuan.

C. Fase kepemimpinan Harun Al Rasyid. Beliau menyeimbangkan antara pembangunan intelektual dan jihad melawan musuh-musuh Allah. Di zamannya, Baitul Hikmah dibangun, perpustakaan terbesar di dunia.  saat itu. Rumah sakit menjamur. Setiap 100 orang ditemukan 13 dokter.

D. Fase kepemimpinan Sultan Sulayman Al Qanuni di masa kegemilangan Kekhalifahan Utsmaniyah. Beliau memimpin jihad ke berbagai Negara Eropa, menguasai samudera mediterania, membangun armada laut yang menjadi polisi Internasional maritime, dan menjadi tempat suaka bagi raja-raja Eropa yang meminta pertolongan.

Kebangkitan✅ ▶ Kejayaan ✅
Lalu....
Selanjutnya...
Sayangnya, biasanya setelah Kejayaan, akan lahir kejatuhan 😔
Maka tangga selanjutnya adalah


Kejatuhan
(Suquth)

Sebagaimana sebuah peradaban memiliki kebangkitan dan kejayaan, maka ia juga akan mengalami kejatuhan.

Kejatuhan sebuah peradaban terjadi ketika elemen-elemen yang membangunnya telah keropos dan runtuh.

Jika kejayaan adalah kumpulan kegemilangan pada sistem ekonomi, politik, kemuliaan akhlaq dan pengetahuan, maka keruntuhan bermula dari keruntuhan salah satu pilarnya.

Apakah Umat Islam bisa jatuh?
APAKAH UMAT ISLAM BISA JATUH?
Bisa ngga?

Jawabannya:


Sekarang kita jatuh

Namun, diantara semua pilar peradaban, yang paling mempengaruhi jatuhnya sebuah peradaban adalah...

merosotnya ketundukan masyarakat pada agama.

Tragedi kejatuhan dalam peradaban Islam seringkali disebut dengan istilah " Nazilah” yang jamaknya “Nawazil.”
😭😭😭

DR Fathi Zaghrut secara detail membahas berbagai macam tragedi keruntuhan yang melanda Umat Islam sepanjang sejarah.

 Kemudian, beliau menemukan 4 tragedi yang paling buruk yang pernah menimpa Umat Islam.

Beliau merangkumnya dalam bukunya, An Nawazil fi Tarikh Al Islam, diantaranya :

a. Jatuhnya Baghdad di tangan pasukan Mongol tahun 656 H/1258 M, yang dilandasi karena perpecahan Umat Islam, kelalaian pemimpinnya yang malah suka mengumpulkan harta, serta pengkhianatan Syiah.

b. Jatuhnya Baitul Maqdis di tangan pasukan Salib tahun 492 H/1099 M, yang dimulai dari kekuasaan Syiah di Mesir dan pengkhianatannya pada Kekhalifahan Abbasiyah, berpecahnya Umat Islam dan kerusakan moral pemimpinnya, serta jauhnya masyarakat dari agama Islam.

c. Jatuhnya Andalusia di tangan pasukan katolik Castillia tahun 897 H/1492 M, yang dimulai karena menyebarnya musik dan syair-syair romantisme, mode pakaian berlebihan dan alat gitar, ditinggalkannya majelis ilmu, berpecahnya Umat Islam dan tergelincirnya akhlaq penguasa.

d. Jatuhnya Kekhalifahan Utsmani di Turki oleh Mustafa Kamal tahun 1924 Masehi, yang dilandasi oleh pengkhianatan Yahudi, menjauhnya umat Islam dari aturan Allah, serta Ulama menutup ruang ijtihad.
...

Sudah 94 tahun sejak kekhalifahan runtuh, dan sampai sekarang, lihat saja, dengan angkuhnya Donald Trump berani membangun Kedubes AS di tanah suci Baitul Maqdis

EPILOG

APA MANFAAT MEMPELAJARI KEBANGKITAN, KEJAYAAN DAN KEJATUHAN?

Dalam pandangan Ibnu Khaldun, peradaban selalu mengalami sirkulasi yang tidak akan berhenti sampai hari kiamat nanti.

Melaui teori beliau “The Culture Cycle Theory of History”, sebuah teori filsafat sejarah yang telah mendapatkan pengakuan dari Dunia Timur dan Barat, yang menjelaskan bahwa sebuah peradaban, memiliki masa naiknya, masa jayanya, kemudian masa menurun dan akhirnya masa lenyap atau hancur. Malik bin Nabi pun senada dengan teori ini.

Manfaatnya untuk kita adalah,

....sebagai manusia yang lahir di satu fase dalam fase peradaban, kita bisa mengukur ada di fase manakah kita, lalu apa saja hal-hal yang menciptakan keadaan kita hari ini, lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menciptakan fase berikutnya.

Pemahaman dan cara berfikir seperti itu mutlak harus dimiliki generasi muslim yang ingin kembali menegakkan risalah Islam.

Nah, inilah maksud dari menjadikan sejarah sebagai alat baca untuk memproyeksikan masa depan

“Tidak ada sesuatu yang baru di muka bumi ini”, tutur DR Raghib Sirjani. Allah telah lugas menjelaskan bahwa ada sunnah-sunnah yang mesti kita lakukan untuk memperoleh kejayaan, dan juga ada sunnah-sunnah yang menyebabkan kita kalah dan runtuh. Bagaimana cara mengetahuinya? Lewat sejarah, tentunya.

Nah, kira-kira, setelah membahas permasalahan ini, sadarkah kita berada di fase bagian mana? Wallahu A’lam.

______________________

Komentar

Paling Populer

Cara PKS Mengatasi Masalah )I( by Mahfudz Siddiq

Tidak seperti dugaan sebagian pengamat bahwa munculnya kasus penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) akan membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhenti, setidaknya, untuk sementara. Faktanya, PKS justru bergerak lebih cepat. Bagaimana cara PKS melewati masalah? Berikut ini Mahfudz Siddiq membeberkannya dalam kulwit #carakami: 1- saat terima kabar kasus LHI, hari itu kami himpun semua info. Trmsk klarifikasi langsung dari LHI, Presiden PKS. #carakami 2- ini prinsip "memahami persoalan adl setengah dari solusi". Lalu hari itu juga para pimpinan PKS musyawarah, trmsk LHI. #carakami 3- orientasi musyawarah kami adalah menjaga kebaikan bersama, dan meminimalkan kerusakan yg bisa timbul. Kesadaran kolektivitas. #carakami 4- kami dpt info kasus LHI akan dikembangkan sdmkn rupa. Ada nuansa politik & hukum. Ya, politik mmg kompetisi dan pertarungan. #carakami 5- sikap kami: tdk akan biarkan siapapun siapkan lorong panjang untuk PKS. Kami hrs sgr ambil ke...

Belajar Dari Kasus Hukum Misbakhun, Menengok Kasus Ustad Luthfi Hasan Ishaq

Jika ingin tahu betapa jahatnya konspirasi politik, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Jika ingin tahu betapa dahsyatnya fitnah dan propaganda media, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun adalah korban kriminalisasi politik dan konspirasi media. Perjuanganya dalam mengungkap skandal CENTURY (pansus century) yang melibatkan penguasa telah mengantarnya kedalam penjara pada 26 April 2010 silam. Dia dilaporkan oleh Staf Kepresidenan Andi Arif atas dugaan penggunaan LC fiktif. Saat itu Misbakhun dituntut 8tahun penjara. Disaat banyak telunjuk menghakimi dirinya dengan tuduhan korupsi, disaat makian dan sumpah serapah datang bertubi-tubi, maka pada saat itu juga Misbakhun mencoba bangkit berjuang, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan apa yang orang-orang dituduhkan. Dalam terali besi dia terus berjuang menuntut keadilan yang telah dirampas penguasa, melawan tekanan-tekanan politik yang semena-mena. Dengan ber...

Recovery PKS vs Recovery Partai Demokrat

Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS. Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi penanganannya jauh berbeda. Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan.. Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung.. Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut.. Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini bahkan lebih dari jatah nomor...