Langsung ke konten utama

Silaturrahim 01: Membentuk Sinergi PIP PKS - PCI NU Pakistan

Pagi itu, Ahad 29 April 2018, sudah terasa hangat di Islamabad. Jelang pukul 8 pagi, panitia mempersiapkan balkon lantai dua rumah Sumayyah di Gali 9 untuk aara silaturrahim dengan perwakilan PCI NU Pakistan yang diundang. Tiga buah tikar dibentangkan, banner dipasang, dan makanan dipiringkan.

Sekitar pukul 8.30, salah satu ketua tanfidziyyah yang diundang, Syarif, tiba di lokasi. Kegiatan ini dimulai dengan hangatnya roghni dan yoghurt manis serta teh panas. Suasana yang penuh persaudaraan tercipta diiringi obrolan-obrolan ringan.



Selesai sarapan, acara kemudian dibuka oleh MC sekaligus penanggungjawab kegiatan, Muhammad Joni asal Senduro. MC mengawali dengan betapa besarnya peran para santri dalam kedaulatan kemerdekaan bangsa Indonesia disemangati oleh Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dibawah arahan pendirinya KH. Hasyim Asy'ari.

Dilanjutkan pencerahan ringkas dari Hizbullah Zein, Ketua PIP Pakistan, yang menjelaskan mengenai tujuan silaturrahim, ke-PIP-an serta betapa kita perlu belajar dari NU mengenai dakwah kultural yang secara nasional dapat diterima masyarakat Indonesia.

Kegiatan Silaturrahim ini mengusung tagline ta'aruf, tafahum, takaful sebagai bentuk aplikasi ukhuwah Islamiyyah dengan tujuan menghilangkan sekat kesalahan informasi dan ketidaksinkronan komunikasi.

Sembari ditemani tempe goreng dan sambal serta keripik kentang, diskusi berlangsung lancar. Disamping perbedaan sarana dan cara berdakwah diharapkan koordinasi dan sinergi antara PIP dan PCI NU di Pakistan dapat tercipta dengan menekankan pada kesamaan tujuan dakwah bersama.

PCI NU Pakistaan saat ini berada dibawah tanggung jawab Tahsya Ainul Haq dan Syarif Husein.

Ketua PCI NU Pakistan yang hadir, Syarif, menyatakan bahwa struktur Pakistan tersinkronisasi dengan struktur pusat dan membawahi tiga lembaga kajian: Dakwah, Lapkesdam, dan Bahtsul Masail.

Lembaga dakwah merutinkan pembacaan yasin pekanan dan tahlil serta memfasilitasi masyarakat Indonesia di Pakistan dengan pelaksana untuk kegiatan insidentil seperti aqiqah, dan sebagainya.

Kajian terakhir yang dibuat lembaga Lapkesdam adalah mengenai Islam Nusantara pada periode  2017. Sedangkan lembaga Bahtsul Masail mengetengahkan kajian untuk isu kekinian secara syariah seperti isu memilih pemimpin non Muslim di negara mayoritas Muslim pada kajian tahun 2017, dan mengawali musim panas 2018 ini dengan topik paytren dalam perspektif syariah. Selain itu, PCI NU Pakistan juga membersamai PCI Fatayat NU Pakistan yang memfokuskan koordinasi di bidang perempuan.

Lebih jauh, diharapkan sinergi antara PIP Pakistan dan PCI NU Pakistan dapat berjalan dengan baik ke depannya sebagai bentuk ikatan ukhuwah para kader dakwah dengan mengesampingkan berbagai isu negatif dan perbedaan yang tidak mendasar.

Acara kemudian berakhir pada pukul 11 dan ditutup dengan pujian kepada Rabb semesta alam.

Komentar

Paling Populer

Cara PKS Mengatasi Masalah )I( by Mahfudz Siddiq

Tidak seperti dugaan sebagian pengamat bahwa munculnya kasus penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) akan membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhenti, setidaknya, untuk sementara. Faktanya, PKS justru bergerak lebih cepat. Bagaimana cara PKS melewati masalah? Berikut ini Mahfudz Siddiq membeberkannya dalam kulwit #carakami: 1- saat terima kabar kasus LHI, hari itu kami himpun semua info. Trmsk klarifikasi langsung dari LHI, Presiden PKS. #carakami 2- ini prinsip "memahami persoalan adl setengah dari solusi". Lalu hari itu juga para pimpinan PKS musyawarah, trmsk LHI. #carakami 3- orientasi musyawarah kami adalah menjaga kebaikan bersama, dan meminimalkan kerusakan yg bisa timbul. Kesadaran kolektivitas. #carakami 4- kami dpt info kasus LHI akan dikembangkan sdmkn rupa. Ada nuansa politik & hukum. Ya, politik mmg kompetisi dan pertarungan. #carakami 5- sikap kami: tdk akan biarkan siapapun siapkan lorong panjang untuk PKS. Kami hrs sgr ambil ke...

Belajar Dari Kasus Hukum Misbakhun, Menengok Kasus Ustad Luthfi Hasan Ishaq

Jika ingin tahu betapa jahatnya konspirasi politik, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Jika ingin tahu betapa dahsyatnya fitnah dan propaganda media, maka bertanyalah pada MISBAKHUN. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun adalah korban kriminalisasi politik dan konspirasi media. Perjuanganya dalam mengungkap skandal CENTURY (pansus century) yang melibatkan penguasa telah mengantarnya kedalam penjara pada 26 April 2010 silam. Dia dilaporkan oleh Staf Kepresidenan Andi Arif atas dugaan penggunaan LC fiktif. Saat itu Misbakhun dituntut 8tahun penjara. Disaat banyak telunjuk menghakimi dirinya dengan tuduhan korupsi, disaat makian dan sumpah serapah datang bertubi-tubi, maka pada saat itu juga Misbakhun mencoba bangkit berjuang, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan apa yang orang-orang dituduhkan. Dalam terali besi dia terus berjuang menuntut keadilan yang telah dirampas penguasa, melawan tekanan-tekanan politik yang semena-mena. Dengan ber...

Recovery PKS vs Recovery Partai Demokrat

Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS. Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi penanganannya jauh berbeda. Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan.. Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung.. Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut.. Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini bahkan lebih dari jatah nomor...